Saturday, 25 February, 2017 - 22:03

Musliman: Kebisingan PLTU Mpanau Lewati Ambang Batas

PLTU Palu. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palu yang baru, Musliman mengatakan dirinya saat ini fokus menyelesaikan dua persoalan, yaitu PLTU Mpanau dan Tambang Poboya.

“Persoalan PLTU di Mpanau itu berkaitan dengan kebisingan, ini atas dasar laporan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Setelah dicek beberapa waktu lalu, sudah melampaui ambang batas. Ambang batas yang sebenarnya hanya 55 dibi, ini sudah mencapai 100 dibi. Itu akan membuat kebisingan terhadap masyarakat. Sedangkan Poboya berkitan dengan ilegal minning,” kata Musliman, belum lama ini.

Musliman mengatakan selain menyelesaikan persoalan kebisingan tersebut, pihaknya juga akan melakukan evaluasi dokumen lingkungan dan penanganan lingkungan yang dimiliki PLTU Mpanau.

“Apakah proses yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur, atau belum. Begitu pula dengan kondisi masyarakat, ini berkaitan dengan CSAR,” katanya.

Menurutnya, pihaknya masih dalam tahap memberikan arahan kepada pihak PLTU Mpanau.

“BLH disini dalam tahap memberikan arahan. Mengajak PLTU untuk berdiskusi dengan baik, salah satunya bagaimana membuat peredam agar tingkat kebisingan menurun,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Tambang Poboya, Musliman mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi soal dugaan ilegal minning oleh beberapa perusahaan.

“Kami akan mempertanyakan IPAL. Pasalnya jika IPAL tidak ada, maka dipastikan beberapa izin tidak bisa dipenuhi oleh perusahaan. Seperti tidak adanya izin pengelolaan Tahura, tidak ada izin lingkungan, tidak ada izin pertambangan, dan tidak adanya izin pengelolaan limbah,” katanya.

“Itu semua yang harus ditinjau. Minimal dua persoalan ini yang bisa diselesaikan hingga Desember 2016. Apakah bisa diatur secara teknis atau melalui penegakan hukum, nanti akan dilihat prosesnya,” pungkasnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan