Tuesday, 26 September, 2017 - 17:06

Nakertrans Sulteng Bilang Angka Pengangguran Turun

Ilustrasi tenaga kerja. (Foto : Ist)

Palu, MetroSulteng.com - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulawesi Tengah ) pada Februari 2014 mencapai 2,92 persen, mengalami pernurunan di banding TPT Agustus 2013 yang sebesar 4,19 persen.

“Keadaan ketenagakerjaan di Sulteng pada bulan Februari Tahun 2014 menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan bulan Februari 2013 dan Agustus 2013 yang digambarkan dengan adanya peningkatan jumlah penduduk yang bekerja dan disertai penurunan tingkat pengangguran,” kata Kepala Bidang Ketenagakerjaan Nakertrans Sulteng, Ihsan Basir, Selasa, (09/09).

Jumlah penduduk yang bekerja di Sulteng pada Februari 2014 mencapai 1.386.103 orang, bertambah sebanyak 146.981 orang dibanding keadaan Agustus 2013 yang sebanyak 1.293.122 orang atau bertambah 26.260 orang jika dibanding dengan keadaan Februari 2013.

Jumlah penganggur pada Februari 2014 mencapai 41.716 orang atau berkurang sebesar 12.543 orang jika dibanding keadaan Agustus 2013 sebanyak 54.210 orang, dan jika dibandingkan keadaan Februari 2013 dengan jumlah penganggur sebanyak 36.956 orang, terjadi peningkatan 4.760 orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulawesi Tengah pada Februari mencapai 2,92 persen, mengalami pernurunan di banding TPT Agustus 2013 yang sebesar 4,19 persen.

Lanjut dia, selama setahun terakhir (Februari 2013―Februari 2014), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada hampir semua sektor, terutama di Sektor Kontruksi sebanyak 12.134 orang (19,36 persen), Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi sebanyak 7.798 (15,99 persen), dan sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 31.582 orang (14,01 persen).

Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian, yang mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja sebesar 1,08 persen, Sektor Industri 13,98 persen dan Sektor Keuangan 13,80 persen.

Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2014, sebanyak 877.685 orang (63,32 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu (pekerja penuh), sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam perminggu mencapai 105.000 orang (7,75 persen) Pada Februari 2014, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebanyak 678.621 orang (48,96 persen), sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma sebanyak 39.626 orang (2,86 persen) dan penduduk bekerja dengan pendidikan Universitas sebanyak 101.347 orang (7,31 persen).

Ada sembilan faktor penunjang turunnya angka TPT antara lain perencanaan tenaga kerja, kesempatan tenaga kerja, pelatihan ketenagakerjaan, produktifitas ketenagakerjaan, hubungan industrial, Kondisi lingkungan kerja dan Jamsostek.

 

Editor : Bandi

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.