Saturday, 22 July, 2017 - 18:43

Napi Cipinang Kendalikan Narkoba di Palu

ILUSTRASI - Bandar narkoba. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kota Palu ternyata ada yang dikendalikan oleh salah satu narapidana (Napi) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang. Adalah Arifuddin alias Ait yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) karena diduga tersangka Arifuddin dari dalam Lapas Cipinang dia hubungi tersangka  M. Ansyar untuk mengambil barang haram itu di agen pengiriman barang atau ekspedisi.

"Iya, berkas perkara bersama barang buktinya sudah kami terima dari penyidik BNN. Dalam berkas memang menyebutkan bahwa tersangka Arifuddin yang menghubungi tersangka M Ansyar untuk mengambil paket kirimannya di salah satu eksepedisi," kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum Kejaksaan Negeri Palu, Surianto kepada Metrosulawesi pekan kemarin.

Surianto mengatakan, pihaknya telah merampungkan dakwaan terhadap tiga tersangka tersebut. Kalau tidak ada kendala pekan depan (pekan ini-red) akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Palu agar segera di sidangkan.

Diketahui, bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima berkas perkara bersama tiga tersangka dugaan tindak pidana narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat pada Kamis, 18 Mei.

"Ada tiga orang tersangka yang dilimpahkan tadi dari BNN Pusat, yakni tersangka Arifuddin alias Ait, tersangka M. Ansyar dan tersangka Fikri," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, Subeno kepada Metrosulawesi usai menerima berkas tahap II, Kamis, 18 Mei.

Subeno mengatakan, setelah tim penyidik BNN menyerahkan berkas perkara bersama barang bukti (Babuk) dan tiga tersangka kemudian langsung di antar ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Palu. Tetapi hanya dua tersangka saja yang ditahan oleh penuntut umum dan dibawa ke Rutan yakni tersangka M. Ansyar dan tersangka Fikri. Sedangkan tersangka Arifuddin aliat Ait statusnya adalah narapidana dan selama ini dia menjalankan hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang. Namun karena Arifuddin tersangka dalam perkara ini, sehingga Arifudin di pindahkan atau titip di Lapas Petobo. Jadi, statusnya tersangka Arifuddin ini bukan tahanan Jaksa.

"Babuk yang ditangkap itu sebanyak 851,6 gram. Namun hanya 6 gram yang dilimpahkan ke JPU sebagai sampel. Sedangkan Babuk lainnya sudah dimusnahkan oleh BNN," ujarnya.

Subeno menuturkan, berdasarkan penjelasan dalam berkas, tersangka M. Ansyar ditelepon oleh tersangka Arifuddin dari Lapas Cipinang untuk mengambil paket kirimannya di salah satu ekspedisi di seputaran Keluarahan Birobuli, Palu Selatan. Saat mengambil paket itu pada tanggal 2 Februari 2017 sekitar pukul 14.00 Wita, petugas BNN langsung menangkap tersangka M. Ansyar bersama barang titipannya yang dibungkus dengan baju kaos. Setelah dibuka, petugas menemukan Babuk berupa tiga bungkus paket dalam plastik bening seberat 851,6 gram. Tidak lama kemudian di hari yang sama, BNN menangkap Fikri di rumahnya Jalan Imam Bonjol Kelurahan Siranindi Kecamatan Palu Barat. Pengembangan dari dua tersangka itulah kemudian menetapkan Arifuddin sebagai tersangka dalam perkara ini. Status Arifuddin sekarang sebagai narapidana kasus yang sama.

Subeno yang didampingi Jaksa Made Sukerta itu mengatakan, bahwa ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana narkotika.


Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.