Saturday, 18 November, 2017 - 01:39

Nasdem Desak Gubernur Transparan Terkait Negosiasi PI 10 Persen

ILUSTRASI - Muh Masykur dan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola. (Grafis : Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Fraksi Partai Nasdem DPRD Provinsi Sulawesi Tengah kembali mendesak Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, untuk menyeriusi upaya negosiasi Partisipating Interest (PI) 10 persen dari PT Donggi Senoro Liquid Natural Gas (LNG).

“Atas nama rakyat Sulawesi Tengah kami mendesak Gubernur bersikap tanggap terhadap pemenuhan hak daerah dalam pengelolaan ladang gas dan minyak di PT Donggi Senoro LNG. Kita semua ingin tahu, apakah prosesnya sudah berjalan dan apakah proposal negosiasi ke Kementerian ESDM telah disodorkan atau tidak,” ujar Ketua Fraksi Nasdem, Muh Masykur, Selasa 7 Februari 2017.

Lanjutnya, seperti pengakuan Gubernur melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bunga Elim Somba, bahwa Gubernur telah melakukan upaya untuk mendorong adanya negosiasi. Tetapi permasalahannya, publik tidak tahu sejauh apa sudah usaha itu.

“Publik berhak tahu karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Negosiasi PI 10 persen PT Donggi Senoro LNG hendaknya dibuat transparan dan kongkrit, agar masyarakat sudah tahu sejauh mana progresnya,” tandas Masykur.

Negosiasi PI 10 persen terhadap Donggi Senoro telah didorong oleh Fraksi Nasdem sejak tahun 2016, dimana Nasdem secara tegas mendorong Gubernur agar kontrak PT Donggi Senoro LNG dinegosiasi ulang, tidak hanya berlaku pada sisi hilir LNG, tetapi juga kontrak Migas hulu harus menjadi satu paket.

Bagi Masykur, jika semua kontrak baik hulu dan hilir mendapat respons, maka Pemprov Sulawesi Tengah akan mempercepat terealisasinya desentralisasi industri. Jika negosiasi PI 10 persen diwujudkan, Sulawesi Tengah pasti menjadi daerah maju. Tidak ada lagi desa dan rumah rakyat gelap karena listrik tidak tersedia dan subsidi produk pertanian akan lebih mudah dilaksanakan.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.