Saturday, 16 December, 2017 - 03:26

Nasdem Mulai Tarik Dukungannya di Pilkada Sulsel

ILUSTRASI - Logo Partai Nasdem. (Grafis : Ist)

Makassar, Metrosulawesi.com - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Sulawesi Selatan mulai menarik dukungannya di 11 pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015.

"Batas akhir perampungan koalisi partai politik untuk usungan di pilkada ini memang sudah ditetapkan dan sesuai dengan batas waktu itu, maka dukungan pasti akan dipertimbangkan," kata Juru Bicara Partai Nasdem Sulawesi Selatan Rudianto Lallo di Makassar, Rabu (15/7).

Beberapa rekomendasi dukungan yang akan dipertimbangkan adalah rekomendasi untuk calon kandidat Bupati Gowa Amir Uskara dan paket dukungan pasangan kandidat Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali-Tomi Satria.

Dia mengatakan, beberapa kabupaten yang belum merampungkannya akan ditarik ulang dan segera mengumumkan dukungannya itu ke kandidat cabup lainnya setelah lebaran.

"Setelah dukungan ditarik, nanti baru akan diumumkan lagi siapa penerima rekomendasi usungan itu," katanya.

Sebelumnya, Partai Nasional Demokrat memberikan batas waktu kepada semua usungan calon kandidat bupati agar melengkapi paket koalisi sebelum masa pendaftaran dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah.

"Rekomendasi usungan kepada semua calon kandidat ini tidak bersifat permanen. Ini hanya sementara dan kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak terpenuhi maka akan kita tarik kembali usungannya itu," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nasdem Sulsel Luthfi Andi Mutty.

Dia mengatakan, paket koalisi adalah hal yang pasti bagi para calon kandidat dan ini harus dipenuhi oleh semua calon yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2015.

Mengenai batas waktu yang ditentukan, pihaknya hanya akan memberikan waktu hingga Rabu (15/7) sore karena kesempatan diberikan lebih dari dua pekan.

"Seperti yang telah disampaikan. Kalau sampai batas waktunya mereka tidak melaporkan yang diminta, kami akan menarik kembali dukungan," tegasnya.

Luthfi menyebutkan bahwa sampai saat ini DPW baru menerima laporan soal kelengkapan paket koalisi dari empat kandidat. Masing-masing dari Indah Nur Indrasari di Luwu Utara.

Frederik Batti Sorring - Frederik Buntang Rombelayuk (Toraja Utara), Zadrak Lombe (Tana Toraja), dan Lutfi Halide (Soppeng). Namun belum dijelaskan secara rinci daftar partai yang dicantumkan dalam paket koalisi mereka.

Nasdem berencana mengumumkan paket koalisi untuk kandidat usungannya jika masing-masing daerah telah lengkap. Diketahui sampai saat ini masih ada tujuh daerah yang masih ditunggu.

Tujuh daerah yakni Gowa, Bulukumba, Selayar, Maros, Pangkep, Barru, dan Luwu Timur. Luthfi optimistis semua kandidat bisa melengkapi paketnya sebelum sampai tenggat dari partai.

Sebelumnya, Nasdem meminta para kandida usungannya untuk segera melengkapi rekomendasi dari partai lain untuk membentuk paket koalisi. Itu karena perolehan suara Nasdem tidak cukup untuk mengusung sendiri pasangan calon.

Legislator Komisi II DPR-RI itu menegaskan, kandidat yang tidak kunjung menyetorkan paketnya hingga 15 Juli akan digantikan dengan kandidat lain yang punya peluang sama dengan sebelumnya.

"Kami sudah punya alternatif untuk setiap daerah. Sejak awal kita sudah memperhitungkannya dan calon kandidat yang diberikan rekomendasi juga sudah disampaikan," kata dia.

Kandidat Bupati Luwu Utara Indah Nur Indrasari mengatakan telah mendapatkan cukup dukungan partai untuk maju. Salah satunya dari partainya sendiri, yakni Gerindra. Dia telah sepakat berpasangan dengan wakil ketua DPRD setempat Tahar Rum untuk mendampinginya sebagai calon.

Indah mengatakan, memilih Tahar sebagai wakilnya karena paket mereka berdua selalu menempati peringkat teratas dalam hasil survei belakangan. Tahar juga disebut telah bertekad maju setelah sempat ragu akibat putusan MK yang mengharuskannya mundur dari jabatan sebagai anggota DPRD.

 

Sumber : Antara

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.