Saturday, 19 August, 2017 - 19:08

Nasdem Pemenang Pilkada Serentak

Willy Aditya. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Partai NasDem boleh dibilang sebagai pemenang Pilkada serentak tahun 2015 dengan memenangi 132 daerah. Dari 271 daerah yang menggelar Pilkada serentak, NasDem ikut mengusulkan dan mengusung di 248 daerah.

Menurut Sekretaris Bappilu DPP NasDem Willy Aditya, dari 132 Pilkada serentak yang dimenangkan NasDem, sebanyak 72 kader NasDem yang maju sebagai 01 atau calon bupati/gubernur dan wali kota, berhasil menang.

Sementara, sebanyak 41 kader NasDem yang maju sebagai 02 atau calon wakil bupati/gubernur dan walikota juga berhasil menang. Selebihnya, NasDem menang bersama partai koalisi pengusung calon kepala daerah.

“Kemenangan yang diraih NasDem ini merupakan kerja keras seluruh kader baik di pusat maupun daerah dalam memperjuangkan kader maupun koalisi yang bertarung pada Pilkada serentak,” ucap Willy saat berbincang bersama Metro Sulawesi, Sabtu (9/1/2016) disela-sela sekolah Legislatif Partai NasDem di Hotel Jazz, Palu.

Kata Willy, kemenangan itu diraih bukan karena keberuntungan, tapi karena metode kerja DPP, DWP dan DPD  NasDem sebelum menjaring para calon kepala daerah.

“NasDem sebagai partai moderen dalam menjaring calon kepala daerah dengan berbasis metodologi ilmiah melalui survei, calon yang memiliki elektabilitas, kredibilitas serta integritas yang tinggi dijemput sendiri oleh NasDem untuk didorong sebagai kepala daerah,” tutur Willy.

Bahkan, kata Willy, NasDem dalam mengusung kandidat tidak memungut mahar sepeserpun. Justru kandidat dibiayai oleh NasDem.

“NasDem ingin membangun tradisi politik baru di Indonesia, warga yang memiliki komitmen kuat membangun bangsa dan negara akan di dorong dan biayai oleh NasDem untuk mewujudkan cita-cita bersama,” ujarnya.

Hal senada di katakan Plt Sekjen NasDem Nining Indra Saleh, sebagai partai baru, NasDem tampil beda dengan partai-partai lain yang telah lebih dulu muncul. Baik dari perekrutan kader, pendidikan buat kader serta rekrutmen calon kepala daerah.

“Perekrutan calon kepala daerah dilakukan melalui beberapa tahab, seperti tahan pra calon yang akan dievaluasi  dan seleksi,” katanya.

Pencalonan kepala daerah yang berkualitas baik dari sisi integritas, loyalitas dan kerja merupakan harga yang dibeli NasDem kepada calon sebagai investasi manusia untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Olehnya, NasDem menolak sistem  mahar yang selama ini digunakan partai politik kepada para calon kepala daerah dan calon legislatif, karena NasDem lebih mengutamakan investasi kepada manusia dengan mendorong manusia yang baik untuk menjadi kepala daerah dan anggota legislatif.

“Tanpa mahar, NasDem tetap bekerja memenangkan orang baik yang berintegritas untuk maju, itu artinya kita telah menginvestasi pemimpin yang bisa membangun bangsa tanpa korupsi,” urainya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.