Sunday, 25 February, 2018 - 02:00

Nasdem Sulteng Gandeng LIPI Kembangkan Pertanian

ALAT PRODUKSI - Anggota DPR dari Partain Nasdem, Ahmad M Ali, melihat peralatan yang memproduksi pupuk hayati atau pupuk cair, seusai membuka desiminasi ilmu pengetahuan dan teknologi, LIPI, di desa Dolo, Kabupaten Sigi, Selasa 5 Desember 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com – Partai Nasdem Sulteng menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengembangkan pertanian. Pengembangan pertanian dilakukan dengan mendekatan teknologi.

Pengembangan pertanian itu ditandai dengan kegiatan desiminasi ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pengenalan konservasi dan pengembangan potensi daerah di Desa Dolo, Kabupaten Sigi, Selasa 5 Desember 2017. Kegiatan ini dibuka anggota DPR dari Partai Nasdem Sulteng, Ahmad M Ali.

Pada kesempatan itu, Ahmad Ali mengatakan, petani harus mengubah cara dalam mengelola dan mengembangkan pertanian, dari otodidak menjadi pengelolaan yang bersandar pada pengetahuan dan teknologi pertanian.

"Dunia pertanian kita, dari hari ke hari seperti kehilangan Generasi Cerdas yang mampu mengkapitalisasi pengetahuan untuk kepentingan peningkatan produktivitas petani dan hasil pertanian.Padahal, bertani tidak cukup hanya sekedar membutuhkan kecerdasan turunan, ataupun otodidak, melainkan juga membutuhkan inovasi yang dikembangkan dengan berbasis pada pengetahuan." kata Bendahara Umum DPP Partai NasDem itu.

Ahmad M Ali juga mengatakan, pertanian merupakan suatu aspek yang sangat menjanjikan bagi masyarakat termasuk petani dalam meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Sulteng menjadi salah satu daerah yang kaya akan sektor pertanian dan sektor-sektor lainnya. Bahkan, mayoritas masyarakat di Sulawesi Tengah berprofesi di sektor pertanian, sebagai petani menggarap lahan untuk pengembangan berbagai jenis komiditi. Sayangnya, pengembangan sektor pertanian belum maju, atau memberikan dampak yang besar terhadap petani itu sendiri,” tambahnya.

Ahmd Ali mengharapkan, kegiatan tersebut tidak hanya dapat selesai begitu saja. Semoga kedepannya bisa menggelar kegiatan yang sama di kabupaten lain yang ada di Sulteng. Karena sebagai mitra LIPI, tentunya dirinya mengharapkan masyarakat Sulteng khususnya para petani lebih cerdas dalam bertani.

“Profesi petani sangat menjanjikan dan petani bisa survival dan mengembangkan hidup. Selama ini petani bertani dengan cara otodidak, maka hasilnya kurang maksimal. Karena itu dibutuhkan kehadiran teknologi agar bisa memaksimalkan mengolah potensi pertanian,” ucapnya.

Kepala Sub Bidang Perencanaan Pengembangan Kawasan Konservasi Tumbuhan Ex-Situ LIPI, Danang wahyu Purnomo mengemukakan, akan melakukan kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian dan lingkungan untuk Sulawesi Tengah.

“LIPI akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan pertanian dengan pendekatan teknologi, untuk pemaksimalan hasil. Karena diharapkan ada kesepahaman yang tertuang dalam memorandum of understanding dengan Pemkab Sigi, serta Pemprov Sulteng dalam pengembangan pertanian dan lingkungan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Danang juga mengatakan bahwa LIPI akan membina masyarakat petani untuk bagaimana mengembangkan tanaman buah dan pupuk hayati atau pupuk cair untuk pemaksimalan pengelolaan sektor pertanian, dengan pendekatan teknologi.

Dalam kesempatan itu juga Ahmad M Ali, menyempatkan diri melihat langsung alat untuk memproduksi pupuk hayati atau pupuk cair, yang dikembangkan LIPI.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.