Friday, 20 January, 2017 - 05:32

Nasdem Sulteng Sarankan Tiga Nama Cawagub

DARI KIRI KE KANAN - Anwar Hafid (Bupati Morowali), Drs Hidayat Lamakarate (Staf ahli gubernur saat ini) dan Ma’mun Amir (mantan bupati dan anggota DPD RI). (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kekosongan kursi wakil gubernur Sulteng pasca meninggalnya H Sudarto SH MHum terus menjadi bahan bahasan para elit politik. Sejumlah figur dimunculkan dan dinilai pas untuk mengisi jabatan itu sebagai pengganti antar waktu.

Ketua DPW Partai Nasdem Sulteng, Ahmad M Ali, menilai ada tiga figur yang tepat untuk diangkat menjadi wakil gubernur Sulteng. Ketiganya adalah: Drs Hidayat Lamakarate (Staf ahli gubernur saat ini), Anwar Hafid (Bupati Morowali) dan Ma’mun Amir (mantan bupati dan anggota DPD RI).

“Ketiga figur ini menurut saya sangat tepat dipilih sebagai wakil gubernur. Mereka adalah representase kalangan muda dari birokrasi dan politik,” kata anggota DPR RI dari dapil Sulteng itu kepada Metrosulawesi, Selasa 11 Oktober 2016.

Figur Hidayat Lamarakarate kata Ahmad Ali,  boleh dikatakan mewakili kalangan muda. Yang bersangkutan memiliki pengalaman birokrasi yang cukup luas, dan pernah memimpin Kota Palu dan Banggai Kepulauan.

“Soal pengalaman yang bersangkutan tidak perlu diragukan lagi. Figur Hidayat mewakili generasi muda dan birokrasi,” ujarnya.

Sosok yang pas lainnya adalah Drs Anwar Hafid. Bupati Morowali itu selain masih muda, juga memiliki pengalaman birokrasi yang cukup untuk menggantikan posisi Sudarto.

“Pak Anwar Hafid ini, selain memiliki pengalaman birokrasi, beliau juga adalah politisi dan masih muda,” kata Ahmad Ali.

Tokoh lainnya yang cocok menduduki jabatan wakil gubernur Sulteng, adalah Drs Ma’mun Amir. Anggota DPD RI itu menurut Ahmad Ali, selain memiliki karir politik yang bagus, juga memiliki pengalaman birokrasi karena sempat menduduki jabatan sebagai bupati dan wakil bupati Banggai.

Yang pasti kata anggota Komisi III DPR RI itu, sosok Ma’mun Amir adalah keterwakilan warga bagian timur Sulawesi Tengah. “Memilih pak Ma’mun Amir menduduki jabatan wakil gubernur, agar ada keterwakilan dari wilayah Sultim.  Apalagi pak Darto itu kan representase dari wilayah Sultim. Jadi saya kira perlu dipertimbangkan. Sebab, jangan sampai Sulteng dilihat sebagai Palu centris,” katanya.

Ahmad Ali menilai ketiga figur tersebut paling ideal untuk dipilih mendampingi Gubernur Longki Djanggola. Gubernur katanya, membutuhkan figur yang tidak hanya mampu membantu kerja-kerja gubernur, tetapi juga bisa bekerjasama. Paling tidak dapat bersinergi dengan gubernur dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

Yang tidak kalah pentingnya kata Ahmad Ali, figur yang akan ditunjuk mendampingi gubernur, haruslah mereka yang mengerti dengan tupoksinya sebagai wakil gubernur.

“Ini perlu, agar jangan nanti yang dipilih malah yang tidak tahu tupoksinya. Figur yang tidak memahami ini akan sulit membantu kerja-kerja gubernur,” katanya.

Di bagian lain, Ahmad Ali juga tidak memungkiri sulitnya mengganti sosok Sudarto, yang sudah cukup lama mendampingi Gubernur.

“Saya terus terang sangat merasa kehilangan dengan meninggalnya almarhum. Dan saya kira almarhum di alam sana juga pasti senang, jika kekosongan jabatan yang ditinggalkannya itu segera diisi agar efektivitas pemerintahan berjalan baik,” kata Ahmad Ali.

Menurut anggota DPR RI itu, yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana pemerintahan berjalan baik. Efektivitas pemerintahan Gubernur Longki katanya, bisa terlaksana dengan bagus, bila ada wakil yang mendampinginya.

“Almarhum pak Darto pasti menginginkan Sulteng terus maju. Kita tidak bisa terlalu berlama-lama membiarkan kekosongan itu,” pungkasnya.
 
Undang-Undang Nomor 8 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, bupati dan walikota, Pasal 176 ayat (1) disebutkan: Dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota berhalangan tetap, berhenti, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan masing-masing oleh DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik/Gabungan Partai Politik pengusung.

Menindaklanjuti amanat UU itu, Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola sudah menyurati DPRD untuk memberitahukan kekosongan jabatan wakil gubernur.

“Saya sudah mengirimkan surat kepada pimpinan DPRD Sulteng untuk menyampaikan kekosongan jabatan wakil gubernur. Nantinya DPRD akan menggelar rapat paripurna dan kemudian mengumumkan kekosongan jabatan wagub itu,” kata Gubernur, Minggu 10 Oktober 2016.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan