Thursday, 27 July, 2017 - 06:59

Nilai Tukar Petani Agustus Sedikit Menurun

Kepala BPS Sulawesi Tengah, Johanes D Priyono (Kanan) saat menyampaiakan rilis BPS di kantornya, Selasa (1/9/2015). (Foto : Metrosulawesi/Tahmil Burhanudin Hasan)

Story Highlights:
  • NTP Sulawesi Tengah turun sebanyak 0,51 persen, dari 98,21 menjadi 97,71.
  • NTP tanaman pangan pada Juli 89,82 naik 1,06 persen menjadi 90,77.
  • Hortikultura pada Juli 107,47 naik 0,68 persen menjadi 108,20.
  • Peternakan pada Juli 107,29 naik 0,13 persen menjadi 107,43.
  • Perikanan naik 0,62 persen, dari 105,65 menjadi 106,31.
  • NTP tanaman perkebunan rakyat turun 2,58 persen dari 93,43 menjadi 91,02.
  • Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) turun 0,65 persen, dari 104,96 menjadi 104,28.

Palu, Metrosulawesi.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, pada Agustus 2015 Nilai Tukar Petani (NTP) di daerah ini menurun sebanyak 0,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya di tahun yang sama (m to m).

Pada Juli NTP berada pada angka 98,21 menurun sebanyak 0,51 persen pada Agustus atau berada pada angka 97,71.

“Pada Agustus ini NTP menurun sedikit dibandingkan pada Juli, bulan sebelumnya,” ungkap Kepala BPS Sulawesi Tengah, Johanes D priyono di kantornya, Selasa (1/9/2015).

Ia memaparkan, secara subsektor sejumlah komoditi yang mengalami perubahan NTP diantaranya, tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

NTP yang mengalami kenaikan, diantaranya tanaman pangan yang pada Juli berada pada angka 89,82 naik 1,06 persen menjadi 90,77. Hortikultura, pada Juli di angka 107,47 naik 0,68 persen menjadi 108,20 pada Agustus.

Komoditi lainnya yang mengalami kenaikan NTP, yakni pada subsektor peternakan yang pada Juli angkanya 107,29 naik 0,13 persen menjadi 107,43. NTP perikanan juga mengalami kenaikan sebanyak 0,62 persen, dimana pada Juli angkanya 105,65 menjadi 106,31 pada Agustus. NTP nelayan naik sebanyak 0,86 persen, yang pada Juli 110,71 menjadi 111,66. Sementara NTP pembudidaya ikan turun sebanyak 0,15 persen dari 92,12 menjadi 91,98 pada Agustus.

Subsektor lainnya yang mengalamai penurunan NTP adalah tanaman perkebunan rakyat, dimana pada Juli 93,43 turun 2,58 persen menjadi 91,02. Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga turun sebanyak 0,65 persen, dari 104,96 pada Juli menjadi 104,28 pada Agustus.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.