Wednesday, 19 September, 2018 - 11:27

Nilai Tukar Petani Masih di Bawah 100

Kepala BPS Sulawesi Tengah, Faisal Anwar. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Tengah pada Mei 2017 kembali tergerus. NTP masih di bawah angka 100, sehingga kemampuan daya beli petani di daerah ini masih terbilang rendah.

Selama Mei 2017 NTP di Sulawesi Tengah sebesar 93,96 persen, atau turun 0,88 persen dibandingkan NTP bulan lalu. Hal ini disebabkan penurunan NTP pada subsektor tanaman pangan (2,10 persen), subsektor hortikultura (1,98 persen), dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,62 persen).

Indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,74 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,13 persen.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah per 2 Juni 2017 lalu, NTP tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura sebesar 111,37 persen, sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 81,80 persen.

“Sementara itu, nilai tukar usaha rumahtangga pertanian (NTUP) sebesar 104,02 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,86 persen dibandingkan April 2017,” ungkap Kepala BPS Sulawesi Tengah Faisal Anwar pada kesempatan itu.

Di tingkat nasional, NTP bulan Mei 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,14 persen, demikian pula dengan NTUP bulan Mei 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen. Nilai tukar petani dan nilai tukar usaha petani di tingkat nasional pada bulan Mei 2017 masing-masing sebesar 100,15 dan 109,15.