Sunday, 22 July, 2018 - 09:29

November, Abu Tours Berangkatkan 28 Warga Palu, 186 Warga Luwuk

FOTO BERSAMA - Jamaah umrah asal Palu yang diberangkatkan oleh Abu Tours. (Foto : Ist)

Hingga 2018, Sudah Punya 1.200 Jamaah Umrah

Palu, Metrosulawesi.com - PT Abu Tours, salah satu biro perjalanan umrah pada pertengahan bulan ini kembali akan memberangkatkan sebanyak 28 warga Palu untuk mengikuti umrah.

“Ini khusus untuk warga Palu. Kalau di Luwuk ada sebanyak 186 orang, yang akan diberangkatkan pada 26 November mendatang,” kata Kepala Cabang PT Abu Tours Palu, Eka Ganjar Bhakti kepada Metrosulawesi, Senin 20 November.

Sejak kehadiran di Palu pada 2016 lalu, PT Abu Tours sudah menerima permintaan pemberangkatan umrah hingga 2018 mendatang sebanyak 1.200 jamaah.

“Jadi untuk tahun 2018 itu, kita sudah punya jamaah yang akan diberangkatkan umrah,” katanya.

Untuk tahun depan, tepatnya pada Februari 2018, pihaknya akan memberangkatkan sebanyak 300 jamaah. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Sulteng. Keberangkatan 300 jamaah ini akan dilakukan secara bertahap. Penerbangan mereka akan melalui rute Palu-Makassar-Jedah.

Eka mengatakan, tarif perjalanan umrah yang ditawarkan, bergantung perjalanan. Namun yang paling murah sebesar Rp25 juta per orang dan untuk kelas eksekutif sebesar Rp34 juta per jamaah.

Berbeda dengan biro perjalanan umrah lainnya kata Eka, Abu Tours sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah hotel di Madinah dan Mekkah. Bahkan tidak itu saja, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan berbagai maskapai penerbangan, seperti Garuda, City Link dan Lion Air.

“Kalau hotel baik di Madinah dan di Mekkah, kami sudah punya fasilitas kamar di sana. Demikian pula penerbangan, kami sudah menyiapkan seat-nya. Bahkan untuk penerbangan kami sudah memiliki 100 ribu seat,” kata Eka.

Itulah yang membedakan antara Abu Tours dengan travel lain.

“Kami tidak berharap uang dari jamaah untuk digunakan membayar hotel dan penerbangan. Sebelum jamaah diberangkatkan, kami sudah lebih dulu mendeposit dana kami untuk membayar kamar hotel dan penerbangan. Jadi berbeda dengan biro travel lainnya,” kata Eka.

Ditanya sejauh mana pengaruh kasus First Travel terhadap pemasaran umrah? Eka mengatakan, pengaruh kasus itu memang cukup besar. Namun bagi Abu Tours katanya, tidak terlalu berdampak.

Bahkan katanya, dengan kasus itu pihaknya justru mendapat sedikitnya 4.000 jamaah yang tadinya akan berangkat via First Travel, tapi karena masalah itu, mereka memilih berangkat umrah dengan menggunakan Abu Tours.

Eka mengatakan, berangkat umrah dengan Abu Tours mendapat berbagai fasilitas keringanan. Sejak mulai diberangkat hingga tiba di Madinah dan Mekkah dan kembali lagi ke tempat asal.

“Di Mekkah atau di Madinah sebelum melaksanakan umrah, kami sudah punya petugas yang akan memberikan bimbingan. Petugas ini bukan sewaan, tetapi memang orang yang ditugasi Abu Tours untuk memberikan bimbingan,” ujar Eka.