Sunday, 22 July, 2018 - 12:51

NTP Sulteng Naik 1,36 Persen

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, Wahyu Yulianto. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Tahmil Burhanudin)

Palu, Metrosulawesi.com - Nilai tukar petani (NTP) Sulawesi Tengah selama November 2017 naik sebesar 1,36 persen menjadi 96,42. Pada Oktober lalu NTP Sulteng sebesar 95,13. Angka itu dari hasil pemantauan harga penjualan komoditas hasil pertanian di tingkat produsen, biaya produksi, dan konsumsi rumahtangga terhadap barang/jasa di wilayah perdesaan.

“Hal ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,20 persen sementara indeks harga yang dibayarkan petani turun sebesar 0,16 persen,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng Wahyu Yulianto saat merilis data di kantornya, Senin 4 Desember 2017.

Selama November 2017, indeks harga yang diterima petani tercatat 123,46 atau naik sebesar 1,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 122,00. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima pada seluruh subsektor kecuali subsektor peternakan.

“Kenaikan indeks harga yang diterima petani tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu sebesar 3,30 persen diikuti subsektor perikanan sebesar 1,13 persen,” ujarnya.

Sementara indeks harga yang dibayar petani selama November 2017 mengalami penurunan sebesar 0,16 persen dibandingkan bulan lalu, yaitu dari 128,25 pada Oktober 2017 menjadi 128,05 pada November 2017. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan indeks harga di seluruh subsector kecuali subsektor peternakan. Penurunan Ib terendah terjadi pada subsektor hortikultura yaitu sebesar 0,38 persen.

Terdapat dua provinsi di Pulau Sulawesi yang mengalami penurunan NTP gabungan yaitu Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Tenggara masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,04 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami kenaikan NTP gabungan tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,75 persen diikuti Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 1,36 persen.