Friday, 20 January, 2017 - 05:43

Nurzain-Ayub Solusi Perubahan Bagi Sigi

Kampanye terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sigi nomor urut 2, Nurzain Djaelangkara -Ayub W Darawia di Desa Sibovi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Selasa(10/11/2015). (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

Sigi, Metrosulawesi.com – Ratusan masyarakat dari lima desa menghadiri kampanye terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sigi nomor urut 2, Nurzain Djaelangkara -Ayub W Darawia di Desa Sibovi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Selasa(10/11/2015). Kampanye terbuka yang langsung dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tengah, Ahmad H. M. Ali ini disambut antusias warga.

Dalam orasinya Ahmad H.M Ali mengatakan kandidat calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sigi nomor urut 2, Nurzain Djaelangkara dan Ayub W Darawia adalah kandidat terbaik yang diusung oleh partai koalisi (NasDem, PKPI, Demokrat). Menurutnya, Nurzain-Ayub adalah pasangan yang mampu membawa perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Sigi.

“Dari rekam jejaknya, pasangan ini mengedepankan kepentingan masyarakat. Mereka loyal kepada masyarakat sesuai perintah negara yang menjadi kewajibannya.

“Pasangan ini merupakan pasangan terbaik yang berkompetisi pada pemilihan Cabup dan Cawabup Sigi,” Kata Ahmad M H.Ali.

Ahmad M H.Ali juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan menuntut apa-apa jika Nurzain-Ayub diberikan kepercayaan oleh masyarakat memimpin Sigi lima tahun kedepan.

“Saya selaku pimpinan wilayah Partai Nasdem tidak meminta apa-apa kepada kalian (Nurzain-Ayub), saudara tidak punya kewajiban apa-apa kepada saya atau partai Nasdem,akan tetapi saudara mempunyai kewajiban untuk mensejahterakan rakyat Sigi. Saudara harus menjadi kebanggan masyarakat Sigi. Saudara harus menjadi garda terdepan untuk melakukan perubahan di negeri ini. Kalau ini saudara langgar, saya akan berdiri di garda terdepan memimpin masyarakat Sigi untuk melawan dan meminta saudara mundur dari jabatan itu. Saudara haraus meletakkan jabatan ketika saudara tidak mampu mensejahterakan rakyat sigi. Itu adalah janji saya sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Sulteng” tegasnya.

Menurutnya, saat ini, Kabupaten Sigi tidak dapat memaksimalkan pemamfaatan sumber daya alamnya.

“Kabupaten Sigi adalah salah satu kabupaten yang kaya akan sumber daya alam, namun hal itu tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah dan masyarakat Sigi. Masyarakat Kabupaten Sigi tidak dapat memanfaatkan luas keseluruhan wilayahnya dalam pemanfaatan lahan untuk perkebunan, pertanian dan pembangunan. Hanya sekitar 18 persen yang dapat dikelola untuk kepentingan pembangunan, dari sektor perkebunan dan pertanian,” katanya.

“Negara dipandang lebih menyayangi burung alo atau endemic  dan segala macam konservasi di hutan lindung, ketimbang masyarakat,” ungkap anggota komisi V DPR RI ini.

Ahmad H.M. Ali mengatakan salah satu alasan 82 persen kawasan potensial pertanian dan kehutanan yang tidak dapat dinikmati masyarakat Sigi karena penguasaan hutan oleh Balai Taman Nasional Lore Lindu.

“Hutan lindung adalah salah satu alasan Balai Taman Nasional Lore Lindu untuk menguasai hutan. Terbukti, masyarakat Kabupaten Sigi hingga saat ini tidak dapat mengelola dengan baik potensi  pertanian dan kehutanan. Ini yang kemudian menjadi salah satu dari sekian banyak faktor penghambat pembangunan dan kemajuan di daerah sigi,” jelasnya.

“Saya berharap pasangan calon Bupati dan wakil bupati, Nurzain-Ayub bisa merubah kondisi tersebut, demi kesuksesan dan pencapaian pembangunan Kabupaten Sigi. Saya juga meminta agar pemenuhan pembangunan fisik maupun non fisik, tidak boleh pilih kasih,” tambahnya.

Selain itu, Ahmad Ali meminta agar Nurzain-Ayub berlaku adil dalam terhadap masyarakat lokal dalam penerimaan CPNS  dan bidan di Kabupaten Sigi.

“Penerimaan CPNS atau Bidan cenderung diutamakan mereka yang bukan berasal dari daerah setempat atau bukan putra dan putri daerah. Jika hal ini dilakukan, maka akan semakin melebar kesenjangan di masyarakat. Olehnya,pasangan ini jangan mengutamakan mereka yang bukan putra-putri daerah,” ungkapnya.

“Masyarakat jangan terlena dengan janji-janji politik yang diutarakan oleh kandidat lain. Gunakan akal dan hati dalam menentukan pemimpin untuk memajukan Sigi lima tahun kedepan,” katanya.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan