Saturday, 25 November, 2017 - 09:16

OJK dan Pemkot Dorong UMKM Manfaatkan E-Commerce

WORKSHOP UMKM - Walikota Palu Hidayat (paling tengah) foto bersama Ketua OJK Sulteng, pengusaha dan nara sumber pada kegiatan Workshop E-Commerce UMKM di Mal Tatura Palu, Senin 30 Oktober 2017. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Palu mendapatkan pelatihan mengenai strategi penjualan produk melalui perdagangan online atau e-commerce dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palu, Senin 30 Oktober 2017.

Menurut Kepala OJK, Syukri Andi Yunus, pihaknya bersama dengan industri jasa keuangan senantiasa mendorong upaya pemberdayaan UMKM di Kota Palu.

“Terdapat beberapa aspek dalam upaya pemberdayaan UMKM di Indonesia. Yang pertama, manajemen pemasaran produk. Yang kedua, manajemen kelembagaan UMKM. Yang ketiga, akses Permodalan,” ungkap Syukri pada kegiatan Workshop E-Commerce UMKM bertema ‘Akselerasi Inklusi Keuangan Melalui Digital Financial Inclusion’ yang digelar di Foodcourt, Mal Tatura Palu.

Menurutnya, manajemen pemasaran produk yang efektif serta manajemen kelembagaan UMKM yang kuat akan mendekatkan kepada akses permodalan dari bank.

Melalui kegiatan tersebut OJK mengharapkan Pelaku UMKM mendapatkan pengetahuan yang cukup dalam upaya pemasaran produk dengan menggunakan sarana digital (E-Commerce).

Pemerintah, OJK, dan industri jasa keuangan telah menginisiasi beberapa program akses keuangan antara lain Laku Pandai/Branchless Banking, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Asuransi Mikro, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), & Asuransi Nelayan, Digital Banking & E-Commerce, Dan lain sebagainya.

“Oleh karena itu, OJK senantiasa mengimbau kepada Pelaku UMKM untuk senantiasa melakukan inovasi pemasaran yang efisien dan menerapkan manajemen usaha yang berkualitas guna mendapatkan akses permodalan dari Bank,” katanya.

Sementara itu, Walikota Palu Hidayat yang membuka secara langsung kegiatan yang dihadiri puluhan pelaku UMKM itu mengatakan, dengan terbukanya pasar secara online (e-comerce), maka akan membuka jaringan pasar yang lebih luas bagi produk yang dihasilkan, serta secara bertahap para pelaku UMKM sudah mulai percaya diri untuk mengusung merek dan brandnya sendiri.

“Hari ini (kemarin) merupakan saat yang berbahagia bagi sebagian pelaku usaha mikro kecil menengah di Kota Palu, karena akan diajarkan tentang pemanfaatan prospek penjualan online, bagi produk yang dihasilkan,” kata Walikota Palu.

Menurutnya, prospek e-comerce memang semakin menggeliat saat ini, bersama India dan China, Indonesia diprediksi bakal menjelma menjadi salah satu raksasa lini bisnis e-comerce di wilayah Asia Pasifik.

“Data di Menkominfo menunjukkan pada tahun 2015, nilai transaksi e-comerce sudah mencapai angka 3,56 miliar dollar Amerika, trend ini terus meningkat pada tahun 2016, nilai transaksi e-comerce mencapai anga 4,89 miliar dollar Amerika atau lebih dari Rp68 triliun,” ungkap Hidayat.

Sehingga, selaku Walikota ia sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terus mendorong kesiapan koperasi dan UMKM  di Kota Palu untuk terlibat dalam dunia e-comerce. Sebab menurutnya, dunia e-comerce dapat dipelajari dengan cepat oleh pelaku usaha.

“Perkembangan industri komunikasi sangat besar sehingga e-comerce dapat dikelola melalui smartphone, kuncinya, pelaku usaha harus mampu menampilkan produknya secara kreatif dan menarik, penampilan harus beda dan uni, dan para pelaku e-comerce harus membaca trend yang berkembang di masyarakat,” jelas Walikota memberi masukan kepada para pelaku UMKM.

Pada kegiatan itu, dihadirkan pemateri antara lain Head of Service Satisfaction Bukalapak.com Arief Rakhman Prasetyo dan Head of Public & Government Relation Uang Teman, Rimba Laut.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.