Thursday, 16 August, 2018 - 18:46

OJK Mencari Pesantren untuk Dijadikan Bank Wakaf

BERBAGI - Kepala OJK Sulawesi Tengah Syukri A Yunus usai menyerahkan secara simbolis bingkisan kepada perwakilan panti asuhan saat kegiatan buka puasa bersama, Selasa 5 Juni 2018. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah saat ini tengah mencari pesantren yang tepat dan layak untuk mendirikan Bank Wakaf Mikro (BMW) di wilayah pesantren. BMW sendiri merupakan salah satu program yang belum lama diluncurkan secara nasional, dan OJK Sulteng juga didorong untuk mendirikan BMW.

Keberadaan BWM diharapkan bisa menjadi solusi agar masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan tidak lagi meminjam uang kepada rentenir. Meski begitu, di Sulawesi Tengah hingga saat ini belum ada BMW yang berdiri. Olehnya, pihak OJK Sulawesi Tengah pun tengah mencari Pesantren untuk dijadikan lokasi BMW.

“Memang kami juga didorong untuk mendirikan Bank Wakaf, kita lagi cari pesantrennya. Kalau sudah dapat, kita akan dirikan Bank Wakaf itu,” ujar Kepala OJK Sulawesi Tengah Syukri A Yunus, ditemui usai buka puasa bersama dan menyerahkan santunan kepada anak panti asuhan di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa 5 Juni 2018.

BMW sendiri merupakan lembaga keuangan mikro syariah non bank. BMW fungsinya seperti koperasi, namun berbasis syariah. Adapun skema pembiayaan melalui BWM adalah pembiayaan tanpa agunan.

BWM juga diharapkan bisa menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal khususnya di lingkungan pondok pesantren. BWM juga bisa jadi inkubator untuk menyiapkan nasabah yang tadinya non-bankable jadi bankable.

“Jadi nan kalau misalkan sudah berdiri, Bank Wakaf itu akan dikelola oleh mereka juga yang ada di pesantren,” jelas Syukri.