Friday, 21 September, 2018 - 10:35

Oknum Polisi Aniaya Istri Siri

AKBP Hery Murwono. (Foto: Ist)

Meninggal Dunia Setelah Dirawat di Rumah Sakit

Palu, Metrosulawesi.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang ibu asal Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, yang bernama Hariyati. Pelaku diduga suaminya sendiri yang merupakan anggota Sat Reskrim Polres Parimo.

Sempat mendapatkan perawatan beberapa pekan di Rumah Sakit di Kota Palu, korban akhirnya meninggal dunia, sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu 28 Februari 2018.

Pelaksana harian (PLH) Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono, dikonfirmasi, Kamis 1 Maret 2018 mengatakan, korban merupakan istri siri dari pelaku. Saat ini, kata dia jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, untuk dilakukan visum dan autopsi.

“Kasusnya saat ini telah ditangani oleh Subdit IV Krimum, Polda Sulteng, dan untuk pelaku saat ini sudah diamankan oleh Propam Polres Parigi Moutong,” tegasnya.

Kasus dugaan penganiayaan telah dilaporkan ke polisi pada 13 Februari 2018 atau sebelum korban meninggal dunia. Pelapor atas nama Hj Asni Lanapa dengan terlapor suami korban yang berinisial IL.

Informasi yang diperoleh, penganiayaan terhadap korban yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri yang berinisial IL.  Kejadian penganiayaan tersebut berawal dari korban yang saat itu tinggal di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, pada Sabtu 3 Februari 2018, berpamitan kepada Hj Asni Lanapa, untuk bertemu dengan suaminya di Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo.  Sang suami bertugas di wilayah tersebut, sebagai anggota Polisi, Polres Parimo.

Sehari setelahanya yakni pada Minggu 4 Februari 2018, korban kembali pulang dari ketemu dengan suaminya. Sejak pulang itu, Hariyati (korban), tidak keluar dari kamarnya selama dua hari.

Karena curiga, Hj Asni Lanapa, menengok korban di dalam kamarnya dan terkejut melihat korban tengah terbaring lemas dan tidak bisa berbicara. Melihat kondisi korban seperti itu Hj Asni langsung membawa Korban ke Rumah Sakit Madani Palu untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan.

Setelah kondisi membaik, Hj.Asni Lanapa yang juga sebagi pelapor menanyakan kepada korban apa yang terjadi hingga korban menderita seperti itu. Korban pun menceritakan bahwa dirinya mengalami penganiayaan dari sang suami.

Sebelum korban meninggal dunia, korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Madani Palu, dan kemudian pindah ke Rumah Sakit Undata Palu. Karena keterbatasan biaya seminggu sebelum meninggal korban di pulangkan ke rumahnya.


Editor: Syamsu Rizal