Monday, 29 May, 2017 - 08:08

Oktober, Palu Inflasi 0,78 Persen

Kepala BPS Sulawesi Tengah, Yohanes D Priyono saat menyampaikan rilis perekonomian Sulawesi Tengah, Senin (2/11/2015). (Foto : Metrosulawesi/Tahmil Burhanudin Hasan)

Palu, Metrosulawesi.com - Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,78 persen pada Oktober 2015, menduduki peringkat ke-7 di tingkat nasional dan ke-5 di Kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Johanes D priyono dalam pemaparan rilisnya, Senin (2/11/2015), mengatakan Selama Oktober 2015, inflasi Kota Palu sebesar 0,78 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 2,39 persen. Sementara bahan makanan 0,80 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,70 persen, sandang 0,26 persen, kesehatan 0,07 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen, serta pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen.

“Laju inflasi tahun kalender hingga Oktober 2015 (Oktober 2015 terhadap Oktober 2014) sebesar 1,69 persen, sedangkan laju inflasi year on year 4,81 persen,” kata Johanes di kantornya, Senin (2/11/2015).

Dari 18 kota di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Kota Manado mengalami Inflasi tertinggi yakni 1,49 persen, diikuti Ambon 102 persen, Merauke 1,01 persen, Ternate 0,91 persen, Palu 0,78 persen, dan kota lainnya di bawah 0,20 persen.

Sementara kota yang mengalami deflasi yakni Tual deflasi 1,53 persen, Bulukumba 1,03 persen, Bau-bau 1,02 persen, Manokwari 0,43 persen, dan kota-kota lainnya di bawah 0,40 persen.

Secara nasional, dari 82 kota pantauan, 38 kota mengalami inflasi dan 44 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,49 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,95 persen.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.