Thursday, 16 August, 2018 - 20:14

Ombudsman Minta Pelaku Kasus Penyekapan Dihukum Maksimal

H Sofyan Farid Lemba SH MH. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kasus penyekapan gadis belasan tahun Warga Desa Bajugan, Kecamatan Baolan, Tolitoli selama plus minus 15 tahun mengusik ketenangan Ketua Ombudsman Sulteng, H Sofyan Farid Lemba SH MH untuk melakukan investigasi.

Sehari setelah kasus yang melibatkan kakek dukun Jago, aktivis kemanusiaan itu langsung berangkat ke daerah penghasil cengkih untuk mengetahui secara jelas penyebab terjadinya penyekapan gadis cilik berinisial H yang kala itu baru berusia 13 tahun disekap selama 15 tahun di gua batu Desa Bajugan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Sofyan mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut, karena sungguh di luar nalar manusia sehat. 

’’Ini kejadian yang sangat memprihatinkan, karena jauh dari nalar manusia sehat,’’ terangnya.

Sofyan yang sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, saat ini TKP dijaga ketat aparat kepolisian.

‘’Alhamdulillah, aparat kepolisian menjaga ketat lokasi yang kini ramai menjadi objek wisata dadakan. Lokasi ini perfect sebagai tempat penyembunyian tindak pidana sang dukun,’’ tandas Sofyan.

Ia berharap, agar kasus tersebut segera tuntas, dan korban tertangani sesuai hak-haknya, dan juga pelaku mendapat hukuman maksimal.

Penyekapan H selama 15 tahun benar-benar disimpan rapat-rapat oleh Tete Jago. Dia bahkan mengancam istri dan anaknya apabila buka mulut tentang perbuatannya itu.  Karena diancam, anak dan istrinya memilih diam. Saat ini penyidik telah mengkaji potensi istri dan anak Jago dijadikan tersangka karena turut serta menyembunyikan H.

"Pengakuan anak tersangka sementara dia mengetahui ada H itu. Cuma karena dia ditakut-takuti mau dibunuh sama bapaknya, dia tidak berani mendekat ke batu. Istri Jago tahu juga, tapi takut dibunuh," ujar Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy, seperti dikutip detikcon, Selasa 7 Agustus.

Dalam kasus ini, polisi menjerat Jago dengan Pasal 76D, 76E, dan 81 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur. Ancaman hukuman bagi Jago adalah 15 tahun penjara.

Seperti diketahui, Tete Jago (83) menyekap gadis belasan selama 15 tahun di salah satu gua batu daerah setempat. Bahkan selama dalam penyekapan korban menjadi budak seks pelaku.

Sejak mengemukanya kasus tersebut Ahad 5 Agustus lalu langsung viral di media sosial, polisi pun langsung bergerak ke TKP dan menetapkan Tete Jago sebagai tersangka penyekapan H  selama 15 tahun.

Kepala Polres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy dalam keterangannya pada sejumlah wartawan saat melakukan penangkapan tersangka, gadis yang kini berusia 28 tahun, disekap pada usia 13 tahun yang saat itu dikabarkan menghilang dan sudah tidak ditemukan lagi.

Menurut Kapolres, dalam penantian 15 tahun Devi kakak korban mendapatkan informasi kalau korban adiknya menghilang karena disembunyikan dukun Jago, dan saat itu petugas kepolisian dari Polsek Dakopemean melakukan pencarian, dan berhasil menemukan Hasni di sela-sela batu.  

 

Editor: Udin Salim