Thursday, 16 August, 2018 - 20:06

Omzet Pedagang Umbul-umbul tak Secerah Warnanya

Pedagang bendera Merah Putih dan umbul–umbul di Jalan Moh Yamin Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, pedagang bendera berharap omset penjualan naik dibanding tahun sebelumnya.

Saat ini sejumlah pedagang bendera dan pernak–pernik Merah Putih sudah sebulan bermunculan di berbagai jalan di Kota Palu untuk mengais rejeki dari semangat kemerdekaan. Di tahun ini omset penjualan bendera menurun sampai 40 persen.

Igo, salah satu pedagang bendera di Jalan Moh. Yamin Palu, berharap agar penjualan bendera di tahun ini omsetnya naik dibanding di tahun lalu. Pasalnya, menurut pria asal Garut, Jawab Barat yang telah berjualan bendera selama tujuh tahun itu, penjualan bendera di tahun 2018 omset penjualannya menurun dibanding tahun–tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin ramai tak seperti kayak tahun ini, karena sudah banyak pedagang yang menjual asesoris merah putih di jalanan Kota Palu. saat ditemui Metrosulawesi di tempat jualannya tidak jauh dari Kantor Taspen Palu,” katanya Jumat (10/8).

Bendera yang ditawarkan memiliki jenis dan harga yang bervariasi, mulai dari bendera Merah Putih ukuran 90 cm yang dipatok harga Rp25 ribu, umbul–umbul kecil ukuran 3 meter  Rp45 ribu sampai Rp50 ribu, hingga background yang mencapai ratusan ribu.

“Background ukuran tiga meter harganya ada yang Rp35 ribu, tapi ada yang diatas Rp100 ribu, bendera biasa jual Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, itu juga masih bisa ditawar. Saya bawa 70 kodi bendera ambil langsung dari Garut,” tuturnya.

Dia telah menjual sejak dua minggu yang lalu , tapi belum mulai terlihat peningkatan pembeli. Hari ini saja ia baru menjual empat bendera dari pengendara yang melintas. Meski begitu, ia tetap bersyukur masih ada sisa untuk memenuhi isi perutnya.

“Belum ada keramaian karena belum tanggalnya, nanti ramainya kalau tanggal 12 sampai 16 Agustus menjelang 17 Agustus 2018. Kalau sekarang cuma buat makan saja kadang juga tekor,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jaka, seorang pedagang bendera dan umbul–umbul  yang juga berjualan di Jalan Moh Yamin yang juga asal Garut Jawa Barat. Ia menuturkan bahwa omset yang didapatnya dari berjualan bendera tahun ini mengalami penurunan.

“Padahal sudah dicanangkan pasang bendera dari awal bulan, tapi sekang malah turun omsetnya. Kalau tahun lalu, seminggu sebelumnya kalau kayak begini ramai pembeli. Sekarang sepi Rp100 ribu saja susah didapat,” katanya.

Dia menambahkan, harga yang dipatok para pedagang rata–rata sama yaitu, paling murah Rp5 ribu untuk bendera ukuran kecil dan paling mahal Rp300 ribu untuk ukuran 10 meter.

“Tahun ini tidak sama dengan tahun lalu, mendekati hari H malah sepi. Memang laku tapi omsetnya tidak seperti tahun lalu. Mungkin karena sudah banyaknya pedagang  yang berjualan di sepanjang jalan ini,” tambahnya.


Editor: Pataruddin

Tags: