Friday, 23 June, 2017 - 11:34

Operasi Tinombala Berakhir Setelah MIT Tertangkap

BERI KETERANGAN - Kapolda Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi (tengah) saat jumpa Pers di Mapolda Sulteng, Rabu 21 Desember 2016. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Polda Sulteng Siaga Satu

Palu, Metrosulawesi.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng), antisipasi simpatisan terorisme yang masih berada di wilayah Sulteng, olehnya pengamanan siaga satu dilakukan, jelang hari raya natal tanggal 25 Desember 2016 dan perayaan tahun baru 2017 mendatang, dengan menggelar apel pasukan.

Kepada wartawan, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Rabu 21 Desember 2016 di Mapolda Sulteng, mengatakan bahwa Polda Sulteng siap mengamankan perayaan tahun baru juga hari raya natal, dimana gelar pasukan akan dilakukan Polda Sulteng pada tanggal 22 Desember 2016.

“Untuk mengantisipasi adanya ancaman di perayaan hari raya Natal 2016 dan tahun baru 2017, saya sudah menyampaikan kepada anggota, baik di bagian Satgas Tinombala maupun yang berada di jajaran Polda Sulteng, dimana kami siap mengamankan wilayah ini,” ungkapnya.

Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, berharap tidak ada hal yang tidak diinginkan di wilayah Sulteng, dengan upaya Polda untuk mengamankan dan mengkondusifkan perayaan tahun baru, dan hari raya Natal nantinya.

”Pastinya kita akan siaga satu, dengan melakukan langkah persiapan pengamanan dalam apel pasukan,pada tanggal 22 Desember 2016,” jelasnya.

Operasi Tinombala Diperpanjang

Operasi Tinombala untuk mengejar sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah, akan berakhir pada 3 Januari 2017, namun nenurut rencananya akan diperpanjang 90 hari ke depan, hingga April 2017.

Penanggung Jawab Kegiatan Operasi Tinombala, Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi kepada wartawan saat konfrensi Pers di Mapolda Sulteng, Rabu 21 Desember 2016, pihaknya telah menyiapkan bahan evaluasi dan laporan untuk melanjutkan operasi tersebut, hingga tertangkapnya sembilan orang dari sisa anggota MIT yang masih berada di hutan.

"Operasi baru berakhir kalau seluruh anggota kelompok MIT sudah tertangkap," tegas Rudy Sufahriadi.

Perpanjangan Operasi Tinombala itu, kata Rudy Sufahriadi, bukan karena adanya insiden tertembaknya satu anggota Satgas Operasi Tinombala, pada Senin 20 Desember 2016 kemarin, tapi karena target Operasi Tinombala adalah tertangkapnya seluruh anggota MIT.

"Kita akan ubah taktik, strategi dan pola operasi," kata Rudy Sufahriadi tanpa menjelaskan secara tenis taktik, strategi dan pola yang dimaksud.

Terkait dengan insiden Kontak senjata Senin 20 Desember 2016, yang menyebabkan satu orang anggota TNI dari tim Nanggala 8 yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala yakni  Prajurit Satu (Pratu) Yusuf Baharuddin, tewas tertembak di bagian dada.

Brigjen Pol Rudy Sufahriadi selaku Penanggung Jawab Kegiatan Operasi Tinombala tersebut menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi saat anggota Nanggala 8 mengendus jejak keberadaan anggota MIT, namun saat menyeberangi sungai di Kampung Maros, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, anggota Satgas Operasi Tinombala itu diberondong dari atas bukit.

"Nah saat itulah satu tembakan mengenai Pratu Yusuf Baharuddin," jelas Kapolda Sulteng itu.

Wakil Komandan Operasi Tinombala, Kolonel Inf Alfi Sahri Lubis mengatakan, tim Nanggala 8 itu sebanyak 10 orang. Mereka adalah anggota Kopassus dari Group Satu yang tergabung dalam Satgss Operasi Tinombala.

Saat kejadian itu, kata Kolonel Alfi Sahri Lubis, Tim Nanggala 8 itu sedang melakukan patroli untuk mengejar target yang terlihat di seberang sungi. Namun nahas bagi mereka, karena saat menyeberangi sungai, mereka ditembak dari atas bukit. "Tapi sekarang anggota masih terus mengejar para DPO itu," kata Kolonel Alfi Sahri Lubis.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.