Monday, 23 January, 2017 - 06:36

Orang Poso Buat Film Persahabatan

PEMUDA POSO KREATIF - Saat para kru mengambil gambar di Sungai Poso. Mereka adalah anak muda Poso yang kreativ. (Foto : Wawan/ Metrosulawesi)

“A Long Day”, Damai Itu Indah

Komunitas Kayu Hitam Production Poso, kumpulan para pemuda, orang dewasa dan remaja pencinta film. Sabtu akhir pekan kemarin menggelar syuting film lokal dengan memanfaatkan pesona alam dan keindahan budaya yang ada di kota Poso. Seperti apa kegiatannya? Berikut laporannya.

KAYU Hitam Production terbentuk sejak tahun 2000 silam, sebelumnya telah berkarya di kota Poso dengan membuat film pendek berjudul "Matahari Di Mata Hati".

Komunitas yang sangat gemar memproduksi film-film pendek ini, di tahun 2017 kembali membuat satu karya film yang berjudul "A Long Day".

Tak hanya mengambil lokasi syuting keindahan di kota Poso, para pemain dan kru film yang terlibat pun semuanya orang Poso dibantu para pelajar SMA yang juga hobi membuat film cerita pendek.

Film lokal yang dibuat Kayu Hitam Production, kali ini bercerita tentang nilai luhur persahabatan yang dilatari dengan konflik dan budaya.

Dalam cerita film tersebut, para pemeran paling banyak berakting mengangkat tentang arti sebuah persahabatan sejati. Di situ diceritakan, bagaimana di saat berbagai masalah terjadi persahabatan tak akan pernah pudar dan terus bersama.

Film ini diperankan oleh dua pelajar di kota Poso, yakni Mariano, seorang pemuda asal Tampemadoro, Kecamatan Lage dan Sahrul warga Poso kota seorang pelajar SMA 3 Poso.

Dengan menggunakan alat syuting sederhana, film karya anak Poso ini diisi oleh para kru orang Poso yang sebelumnya telah belajar soal film di kota Jogjakarta. Mereka adalah Sirajudin alias Aba Sidora, Safilullah Mechta alias Ipul, Nirwan Latowe alias Iwan dan dibantu pelajar SMK Poso Pesisir Hidayat alias Yayat sebagai kameramen.

Salah satu kru Sirajudin mengatakan, film ini dibuat dengan sederhana mungkin. Semua yang terlibat dari pemeran, kru hingga lokasi film semuanya warga lokal Poso.

"Bagaimana kami membuat film ini dengan sebagus mungkin, kami berkarya untuk tanah Poso. Ceritanya pun sebagian kami ambil dari apa yang terjadi di Poso. Intinya damai itu indah,” ungkap Sirajudin alias Aba yang juga pernah menjadi pemeran dalam film lokal Poso, Sabtu 07 Desember 2016.

Kru film lainya Nirwan Latowe menyampaikan, apa yang dilakukan oleh komunitas Kayu Hitam Production Poso merupakan sebuah proses dalam berkarya, yang paling penting adalah bagaimana untuk bisa tetap terus menghasilkan karya.

Film bertajuk A Long Day ini setelah rampung proses pembuatannya, akan diikutkan pada Festival film Indonesia, yang rencana di putar saat proses Festival film Indonesia di ibu kota Jakarta atau Bandung.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan