Tuesday, 26 September, 2017 - 06:17

OTT di Donggala, Empat Tersangka Sudah P21

ILUSTRASI - Kasat Reskrim Polres Donggala, AKP Laurens Heselo membeberkan hasil penggeledahan, yakni barang bukti yang didapatkan dan disita beberapa waktu lalu. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Proses penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di ruangan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Kadis Perindakop) Kabupaten Donggala dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Noval kepada Metrosulawesi akhir pekan lalu.

Noval menuturkan, pihaknya sudah menerima berkas perkara OTT melibatkan lima panitia kelompok kerja (Pokja)  tender proyek di Disperindagkop Donggala dari penyidik Polres Donggala. Bahwasannya, dalam kasus OTT  tersebut, ada empat tersangka yang sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Sedangkan untuk tiga tersangka lain belum lengkap penyidikannya, sehingga dikembalikan kepada penyidik atau P19.  Adalah tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Namun belum semuanya dinyatakan lengkap.

Ada tiga berkas yang sudah P21, tiga berkas tersebut terdapat empat tersangka, dan satu berkas tiga tersangka masih P19. Sayangnya, Noval tidak menjelaskan secara detail siapa saja tersangka dalam perkara tersebut.

"Saya tidak hafal nama-nama tersangkanya. Yang jelas ada tiga berkas (empat tersangka) sudah P21, ada satu berkas (tiga tersangka) yang masih P19," katanya.

Diketahui, bahwa pada Senin 27 Juni 2016 silam, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Donggala telah melakukan operasi tangkap tangkap tangan (OTT) di ruangan Kadis Perindakop Donggala.

Penyidik saat itu berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya uang senilai Rp10,6 juta, dokumen tender, kamera, handphone, dan catatan khusus Kadis Perindagkop Donggala.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.