Saturday, 25 November, 2017 - 11:54

Paddock Biru, Wadah Pecinta Tamiya di Palu

Komunitas minicar 4wd Tamiya, Paddock Biru. (Foto : Dok)

Palu, Metrosulawesi.com - Hobby memang tak mengenal usia dan gender. Hal ini yang tampak pada komunitas Paddock Biru, perkumpulan pecinta minicar 4wd Tamiya di Palu.

Paddock biru didirikan awal 2016, dan memiliki 26 anggota aktif. Tamiya sendiri mainan mobil mini yang berbentuk rakitan, mulai dari chasis hingga body yang harus dirakit sedemikian rupa agar menjadi mainan mini car yang utuh dan dapat dijalankan. Penggerak mainan adalah sebuah motor DC kecil yang terpasang diantara roda belakang atau depan chasis. Kecepatan mobil mainan ini bergantung dari seberapa baik penggunanya merakit motor maupun integrasi elektriknya.

Salah satu anggota Paddock Biru, Rivan Aprianto yang ditemui Jumat pekan lalu mengungkapkan kesenangannya terhadap Tamiya ada sejak kanak-kanak. Hobby itu terus berlanjut hingga ini.

“Waktu kita kecil kan ada mainan mobil Nascar, setelah Nascar, muncul tamiya. Yang suka dengan Tamiya itu banyak, bukan cuma saya, tapi belum terekspose. Yang masuk Paddock Biru rata-rata usia 20an, paling tua itu ada yang 50an tahun. Walaupun kecil, mobil Tamiya itu mahal, kalau belum dirakit harganya Rp500 ribu, kalau sudah berbentuk, harganya bisa sampai Rp1 juta per unit,” ungkapnya. 

Beberapa waktu yang lalu diadakan kejuaraan daerah lomba Tamiya memperebutkan Piala Gubernur pertama, tim Paddock Biru berhasil mendapat juara 1.

“Saya berharap Paddock biru makin sukses, makin terkenal, dan dapat mengikuti banyak event kejuaraaan. Kalau teman-teman ingin bergabung dengan komunitas kami, silahkan datang di sekretariat di Jalan Durian Palu,” tutup Rivan Aprianto.
 

Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.