Sunday, 25 June, 2017 - 13:33

Paksa Pasien Keluar, Kadinsos Kecewa Pelayanan RS Madani

Bunga saat duduk di Kantor Dinsos Palu dan sedang dijaga oleh pegawai Dinsos, Sabtu, 6 Mei 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Sosial Kota Palu Nursalam kecewa atas sikap Rumah Sakit Madani Palu yang memulangkan paksa perempuan yang terindikasi depresi berat atau kurang waras. Kata dia, pihaknya telah berusaha mencari cara agar perempuan itu ditempatkan dengan layak, namun pihak RS Madani mengungkapkan alasan yang tidak masuk akal.

“Perempuan ini dipulangkan paksa oleh RS Madani Palu menggunakan mobil ambulance ke Kantor Dinsos Kota Palu dengan alasan waktu perawatan sudah habis,” katanya di Palu, Sabtu, 6 Mei 2017.

Nursalam megatakan awalnya perempuan ini ditemukan oleh warga sekitar sebulan lalu, karena berkeliaran seperti orang gila. Warga khawatir dapat menggangu aktivitas mereka, hingga akhirnya perempuan ini dibawa ke kantor Kelurahan Birobuli.

“Dari kantor Kelurahan Birobuli tidak satupun instansi yang bersedia menampung, sehingga dipilihlah untuk diserahkan ke Dinsos Kota Palu,” ujarnya.

Nursalam mengatakan karena terlihat memiliki kelainan jiwa, maka pihaknya membawa perempuan tersebut ke RS Madani Palu. Namun pihak RS Madani Palu menolak dengan alasan pembiayaan, sehingga Dinsos  mengupayakan agar perempuan ini memiliki kartu BPJS Kesehatan.

“Sambil menunggu kartu BPJS Kesehatannya keluar, anak tersebut ditampung sementara waktu di Panti Sosial Bina Grahita Kalukubula. Awalnya pihak panti menolak anak ini, dengan alasan anak tersebut cacat kejiwaan. Namun dengan kedekatan dengan pihak panti, akhirnya anak tersebut dapat ditampung untuk sementara waktu, dengan pembiayaan penuh dari Dinsos Kota Palu,” ungkapnya.

“Kita hanya semata-mata melihat dari sisi kemanusiaannya,” ujarnya.

Nursalam mengatakan setelah kartu BPJS perempuan ini keluar, dengan diberikan nama Bunga, barulah Dinsos Kota Palu membawa anak tersebut ke RS Madani Palu. Namun sangat disayangkan, baru dua minggu dibawa, Bunga tiba-tiba dipulangkan paksa ke Dinsos Kota Palu menggunakan ambulance, dengan alasan yang sangat tidak masuk akal.

“Alasan waktu perawatan habis, ini kan tidak wajar. Anak ini ada BPJS Kesehatannya, Dinsos siap membayar iuran BPJSnya itu, karena Dinsos juga tidak memiliki tempat penampungan. Ini orang sakit secara kejiwaan, tempatnya memang di RS Madani, rawatlah di situ, kasihan anak ini,” ungkapnya.

Nursalam juga menyesalkan sikap instansi lainnya, seperti Dinas Kesehatan.

“Keterlibatan Dinas Kesehatan juga sangat dibutuhkan, termasuk Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan. Sebab kemungkinan besar ada beban berat yang dimiliki anak ini sehingga seperti itu. Inikan cacat kejiwaan, ini bukan hanya tanggungjawab Dinsos sendiri, harus ada keterlibatan yang lainnya,” katanya.

Nursalam berencana melaporkan hal ini kepada Wali Kota Palu dan Ombudsman Sulteng, jika belum ada tindakan dari RS Madani Palu.

“Saat ini perempuan itu masih berada di Kantor Dinsos Kota Palu, dan dijaga 1x24 oleh pegawai atau security yang ada, agar perempuan ini tidak lari yang dapat meresahkan warga,” ujarnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.