Saturday, 21 October, 2017 - 21:50

Paliudju Beralih Status Jadi Tahanan Kota

Mantan Gubenur Sulawesi Tengah, Bandjela Paliudju saat digiring menuju mobil untuk ditahan di Rutan Kelas II A Palu, Selasa (9/12/2014). (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah mengeluarkan surat perintah pengalihan penahanan terhadap tersangka mantan Gubernur Sulawesi Tengah, H Bandjela Paliudju dari tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) menjadi Tahanan Kota.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah, Johanis Tanak kepada Metrosulawesi disela-sela acara Syukuran Hari Bhakti Adhyaksa ke 55, Rabu (22/7).

Johanis Tanak mengatakan, pengalihan penahanan terhadap tersangka HB Paliudju, berdasarkan atas rasa kemanusiaan. Pasalnya, selama berada didalam Rutan Maesa tersangka mengalami sakit, sehingga pihaknya melakukan pembantaran ke Rumah Sakit.

Namun, hingga saat ini tersangka belum juga sembuh dari sakitnya, kondisi Paliudju inilah yang jadi penghambat lamanya proses pelimpahan perkara ini ke pengadilan.

Atas pertimbangan itulah, pihaknya mengeluarkan surat perintah pengalihan penahanan dari tahanan Rutan menjadi Tahanan Kota. Mungkin karena status tahanan itu yang membuat tersangka Paliudju tidak segera pulih dari sakitnya.

“Selama ini memang tersangka dirawat di rumah sakit, dan bahkan sempat operasi. Kami selalu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, terutama dokter yang merawat beliau,” katanya.

Mantan Gubernur Sulawesi Tengah, HB Paliudju ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sulawesi Tengah berdasarkan pengembangan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi dana dukungan perjalanan dinas, biaya pemeliharaan kesehatan, serta penunjang operasional Gubernur tahun anggaran 2006-2011 senilai sekitar Rp 8 milyar. Dalam kasus ini Kejati Sulteng juga menahan mantan bendahara pengeluaran Gubernur Sulawesi Tengah, Ritha Sahara.

Penetapan Bandjela Paliudju sebagai tersangka tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor: 289/R.2/Fd.1/11/2014 tertanggal 6 November 2014. Kemudian penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka HB Paliudju di Rutan Klas II A Palu sejak 9 Desember 2014 silam. Dan selama proses penahanan di Rutan Maesa, tersangka mengalami sakit, sehingga pihak Kejati harus melakukan pembantaran ke Rumah Sakit Undata, hingga keluarnya surat perintah pengalihanan status penahanan, Rabu (22/7).


Editor : Joko Santoso

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.