Thursday, 16 August, 2018 - 18:35

Palu Rentan Penderita HIV

dr Muslimah L Gadi. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Komisi Penyalahgunaan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih rentan di Kota Palu, kurang lebih 600 orang di Kota Palu yang terjangkit virus mematikan ini.

Demikian dikatakan Sekretaris Komisi Penyalahgunaan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Tengah dr Muslimah L Gadi kepada Metrosulawesi melalui ponselnya, Jumat, 1 November 2017.

Kata dia, dalam memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun ini dengan tema “Saya berani, Saya Sehat” diharapkan masyarakat mau memeriksakan dirinya ke Puskesemas, apakah positif menderita HIV atau tidak.

“Jika misalnya positif, segera di obati agar tidak sampai ke stadium AIDS. Maka kami berharap masyarakat yang beresiko atau orang yang suka ganti pasangan mau memeriksakan dirinya, tanpa disuruh. Seharusnya mereka datang ke Puskesmas terdekat, apalagi pemeriksaannya gratis,” kata Muslimah.

Dia mengatakan KPA Sulteng mencatat penderita HIV (human immunodeficiency virus) diperkirakan baru 27,0 persen, masih banyak yang tersembunyi dan belum ditemukan.

“Oleh karena itu, masyarakat yang beresiko, agar mau memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Selama ini kami turun untuk mendata dan sekaligus memeriksa dalam bentuk sosialisasi. Namun Kami harapkan masyarakat penderita sadar tentang penyakitnya untuk datang periksa di Puskesmas,” ujarnya.
 
Muslimah mengatakan penderita HIV yang paling banyak adalah umur produktif usia 25-49 tahun, jika dipresentasekan lebih dari 80 persen, sedangkan remaja 26,7 persen dengan usia 15-24 tahun.

“Ini yang tercacat di Sekretariat KPA Sulteng. Jadi banyak sekali, makanya kami saat ini menyasar dalam penyuluhan anak-anak usia 15-24 tahun dalam mencegah tersebarnya HIV,” katanya.

Muslimah mengaku pihaknya terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mengerti dan mau melaksanakan pemeriksaan di Puskesmas.
 
“Kami berharap tri zero dapat tercapai. Artinya, tidak ada terinfeksi baru HIV ketika telah ditemukan masyarakat penderita yang positif sebanyak-banyaknya, sehingga dapat di agar tidak sampai ke stadium AIDS. Kedua, tidak ada meninggal karena AIDS serta ketiga, tidak ada diskriminasi. Maka dari itu, kami tidak bosan-bosan lakukan penyuluhan agar masyarakat mengerti dengan hal ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan pelaksanaan puncak Hari AIDS Sedunia tahun ini akan dirangkaikan dengan penandatanganan MoU (nota kesepahaman) antara KPA Provinsi Sulteng dengan perguruan tinggi di Kota Palu. Dalam peringatan Hari Aids Sedunia ini juga akan digelar rapat koordinasi KPA provinsi dan kabupaten kota  se-Sulawesi Tengah pada  4 Desember 2017.

“MoU ini merupakan kepedulian perguruan tinggi  dalam upaya pengendalian HIV/AIDS melalui penyebarluasan informasi HIV-AIDS secara komprehensif pada remaja usia 15-24 tahun, khususnya remaja di perguruan tinggi,” katanya.

Kata dia, Pertemuan KPA Provinsi dan KPA kabupaten kota se-Sulteng itu untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pengendalian  HIV-AIDS di kabupaten/kota  serta permasalahannya.


Editor : M Yusuf Bj