Friday, 22 June, 2018 - 13:31

Palu Tertinggi Kedua Penderita Jantung se Sulteng

Dr Venice Chairiadi (Kiri) pada Seminar Nasional  Cardiovascular Diseases di Gedung Wisma Donggala Palu, Sabtu (7/11/2015). (Foto : (Bayu Pramana Putra)

Seminar Nasional Cardiovascular Diseases

Palu, Metrosulawesi.com – Tingginya angka penderita penyakit jantung di Sulawesi Tengah Jurusan Farmasi Universitas Tadulako (Untad) mengadakan Seminar Nasional  Cardiovascular Diseases di Gedung Wisma Donggala Palu, Sabtu (7/11/2015).

Salah satu pembicara dalam seminar, Dr. Venice Chairiadi mengatakan Kota Palu menduduki urutan kedua di Sulawesi Tengah masyarakatnya banyak mengalami gagal jantung. Menurutnya, Sulawesi Tengah termasuk salah satu daerah yang tingkat kesehatan masyarakatnya bermasalah.

“Jika seseorang terkena jantung koroner maka seumur hidup akan ke dokter jantung dan seumur hidup mengkonsumsi obat,” katanya.

“Di Sulteng ini hanya dua saja dokter spesialis penyakit jantung, maka jangan heran jika tingkat penderita jantung masih tinggi,” tegasnya.

Venice mengatakan bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab dokter, melainkan tanggungjawab  seluruh masyarakat, namun dokter memiliki kewajiban khusus.

“Jika masyarakat tidak mengetahui hal yang berkaitan dengan kesehatan maka dokter patut disalahkan dalam hal ini bukan masyarakatnya.

Sementara itu, Ketua panitia seminar, Andi Musrifah Sari mengatakan meskipun seminar ini terbuka untuk umum, namun mayoritas pesertanya dari kalangan civitas kesehatan.

“Peserta seminar ini tidak dibatasi untuk kalangan tertentu saja, masyarakat boleh hadir, namun kali ini peserta seminar kebanyakan dari civitas kesehatan.” ujarnya.

Salah satu alasan mengadakan seminar ini, kata Andi Musrifah adalah penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

“Sebelumnya kami selalu membuat seminar khusus tentang farmasi, namun kali ini kami lebih mengambil tema umum tentang jantung karena penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia, sehingga hal ini menjadi perhatian khusus,” ungkapnya.

“Seminar ini lebih ditekankan untuk memberitahu masyarakat sebab terjadinya penyakit jantung yang masih merupakan pembunuh nomor satu di dunia, agar mereka bisa menyayangi jantung dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” katanya.

Cardiovascular Diseases adalah istilah untuk gangguan menyebabkan penyakit jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular). Penyakit yang termasuk dalam lingkup kardiovaskular yaitu penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit urat nadi perifer, penyakit jantung reumatik, penyakit jantung bawaan (akibat cacat lahir) dan kegagalan jantung.

Ada empat pemateri yang melakukan pemaparan dalam seminar kali ini yaitu Dr Retnosari Andrajati Apt penyusun buku ISO FARMAKOTERAPI, Dr. Venice Chairiadi, SpJP.FIHA spesialis jantung di Kota Palu, Ketua PD IAI Sulawesi Tengah, Drs Jamaluddin, SH, Apt Sulawesi Tengah dan pembicara dari PT. Kalbe Farma.


Editor : Syamsu Rizal