Wednesday, 20 June, 2018 - 14:08

Palu Waspada Diare

dr Royke Abraham (Foto : Dok Metrosulawesi/ Surahmanto S)

Palu, Metrosulawesi.com - Kota Palu waspadai diare. Tiga bulan pertama 2017, penyakit itu sudah mencapai 1.057. Meningkatnya kasus ini dipicu cuaca yang tidak menentu.

“Kalau kita melihat data pada tiga bulan awal 2017, penderita diare memang meningkat, karena efek cuaca yang tidak menentu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Palu dr. Royke Abraham kepada Metrosulawesi, Jumat 24 Maret 2017.

Menurut Royke, salah satu yang mempengruhi penyakit diare  adalah cuaca. Namun demikian katanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kasus diare menurun, salah satunya adalah kebersihan.

“Yang harus diutamakan adalah kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi penyebab penyakit diare. Kuku harus dijaga agar tetap bersih, setelah buang air besar harus mencuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan air yang mengalir,” sambungnya.

Berdasarkan data, pada 2016 kasus diare di Palu mencapai 7.467 kasus. Empat penderita di antaranya meninggal dunia. Penanganan diare tertinggi berada di Puskesmas Singgani dengan jumlah 945 penanganan. Sementara penanganan kasus pengidap diare terendah berada di Puskesmas Nosarara, 189 penanganan.

Sementara untuk tiga bulan awal 2017, pengidap diare yang ditangani sudah mencapai 1.057. Pada 2017, Dinas kesehatan Palu menargetkan 7.725 penanganan diare di Kota Palu.

dr. Royke menjelaskan target tersebut akan ditekan sedini mungkin.

“Jadi kita tidak boleh senang jika mencapai target. Terutama yang harus dilakukan adalah pencegahan dan penanganan yang cepat kepada pengidap diare,” katanya.

“Kalau pencegahan dan penanganan dilakukan dengan cepat, maka pengidap diare akan menurun di Kota Palu. Kita menjaga, agar warga pengidap diare jangan lambat penanganannya, agar tidak ada warga yang meninggal dunia karena diare,” sambungnya.

Kata dia, masyarakat juga harus menjaga kebersihan makanan.

“Upayakan makanan jangan sampai dihinggapi oleh lalat. Upayakan jarak septic tank dan tempat pembuangan minimal 10 meter agar tidak terjadi kontaminasi,” katanya.

“Saat musim hujan perkembangbiakan lalat meningkat. Pada kondisi hujan, pasti mereka berusaha untuk masuk ke dalam rumah. Agar kebersihan makanan terjaga, kebersihan pengolahan makana dan penyimpanan harus dijaga, agar lalat tidak hinggap di makanan,” sambungnya.

Dr Royke menambahkan agar warga Kota Palu seantiasa menjaga kebersihan rumah, terutama memasang jaring pada bagian ventilasi rumah, agar lalat tidak mudah masuk.

”Apalagi saat ini sudah ada Gerakan Gali Gasa yang dibuat oleh pak Wali Kota. Kita dukung program tersebut untuk menjaga kebersihan lingkungan, maka kita akan terhindar dari diare,” katanya.


Editor : Udin Salim