Wednesday, 27 September, 2017 - 01:58

Pamit Cuti Pilkada, Bupati Buol Minta PNS Pemda Netral

Bupati Buol, Amiruddin Rauf saat menyampaikan pamitan kepada seluruh jajaran PNS Lingkup Pemda Buol. (Foto : Agus Rioeh/ Metrosulawesi)

Buol, Metrosulawesi.com - Bupati Buol Amiruddin Rauf berpamitan untuk cuti karena akan kembali maju pada Pilkada Buol yang digelar Februari 2017.

Amirudin pamit kepada seluruh masyarakat yang ada di kabupaten Buol serta tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan PNS, baik PNS daerah maupun vertikal.

"Saya akan cuti dalam rangka mengikuti Pilkada kabupaten Buol tahun 2017, yaitu mulai tanggal 24 Oktober 2016 sampai dengan tanggal 13 Februari 2017," katanya belum lama ini di hadapan seluruh  PNS Pemda Buol saat apel bersama.

Dia juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga keakraban, kekeluargaan, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan agar Pilkada yang nantinya dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Disamping itu, kata Amirudin, hormatilah sesama putra-putra daerah, karena dari ketiga kandidat calon bupati Buol, merupakan putra-putra terbaik dari daerah ini. "Justru itu sangat diharapkan agar jangan menciptakan dan menabur kebencian diantara kandidat dan pendukung, akan tetapi cairkan dan ciptakan kerukunan keluarga dan tingkatkan hubungan silaturahim diantara sesama anak negeri," urainya.

Bupati juga mengajak kepada semua pihak untuk berpolitik yang santun, sopan dan bermartabat agar hasil yang dicapai dalam Pilkada tahun depan dapat berkualitas sesuai dengan apa yang telah dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan.

"Karena siapapun yang terpilih menjadi bupati Buol, nantinya berarti itulah yang menjadi pilihan rakyat dan dia pulalah yang harus kita akui secara yuridis, karena negara kita berdasarkan atas hukum bukan kekuasaan," terangnya.

Bupati buol Amiruddin Rauf juga menambahkan agar seluruh PNS senantiasa bekerja seperti biasanya dengan tingkatkan disiplin dan prestasi, karena sebagai PNS dilarang berpolitik menurut peraturan perundang-undangan (ASN), justru itu jangan sampai PNS terlibat dalam kegiatan apapun yang menyangkut dengan kampanye maupun politik.

Sehingga kepada PNS yang lebih tua, dia juga mengharapkan, agar dapat menjadi contoh dan suriteladan kepada PNS yang masih muda dan jangan sama sekali menjadi provokator, begitu pula kepada setiap pimpinan SKPD agar selalu mengingatkan stafnya untuk jangan sampai ikut-ikutan dalam kegiatan politik, karena PNS dilarang untuk berpolitik hal ini juga berlaku kepada pegawai-pegawai honor  di daerah.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.