Monday, 27 March, 2017 - 22:53

Pangdam: Ada Kelompok Radikal Baru Masuk Sulteng

BERI KETERANGAN - Pangdam XIII/Merdeka, Mayor Jendral TNI Ganip Waristio,SE,MM. saat memberikan keterangan pers di Yonif  711 Raksatama, Palu, Selasa 7 Maret 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka sedang mewaspadai adanya kelompok baru yang akan masuk di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), khsusnya di wilayah Kabupaten Poso yang menjadi wilayah strategis kelompok radikal yang berada di Negara Filipina. Dilihat dari segi geografis daerah Poso kesebelah Utara tepat terdapat Kepualuan Jolo Selatan Filipina, yang sedang terkenal dengan kelompok ISIS di bagian Asia Tenggara.

Menurut Pangdam XIII/Merdeka Mayor Jendral TNI Ganip Waristio,SE,MM mengungkapkan, saat ini sudah terindikasi adanya kelompok radikal baru yang akan muncul.

”Yang kita sudah kenal bahwa daerah Kepulauan Jolo ini terkenal dengan daerah pusat kekhalifahan ISIS di Asia Tenggara, dan itu sudah terindikasi sudah ada bukti ada koordinasi dengan kelompok MIT yang ada di wilayah Poso, itulah yang saat ini kita waspadai,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa 7 Maret 2017, di Yonif  711 Raksatama.

Kata Mayor Jenderal TNI Ganip, tidak menutup kemungkinan bahwa kelompok baru akan muncul di wilayah Sulteng ini sebab Kodam/XIII Merdeka sedang mendalami, dengan melakukan penjejakan terhadap kelompok tersebut.

“Oleh karena itu, saya memberikan peringatan kepada para masyarakat Sulteng, terutama penurus bangsa agar dapat membantu kita dalam hal memberikan informasi, ataupun hal yang menjadi sebuah perkembangan pengaruh kelompok ini, sebab sampai saat ini sedang kami dalami dan operasi tertutup yang kami lakukan, dan yang jelas saya mengatakan sudah ada kelompok radikal baru masuk dalam wilayah ini,” katanya.

Pangdam XIII/Merdeka, mengatakan bahwa di wilayah Sulteng sudah ada sinyal dari munculnya kelompok baru tersebut, dengan melihat kejadian yang belum lama terjadi.

“Sudah tiga kali terjadi provokasi untuk memancing masyarakat, agar dapat menimbulkan sentimen keagamaan, seperti kasus pembakaran pintu Gereja,” ujarnya.

Itulah yang menjadi salah satu sikyal kewaspadaan, sebab itu Pangdam XIII/Merdeka menghimbau kepada masyarakat secara umum untuk tidak terprovokasi, perlu melihat dengan cerdas dan jernih.

“Sehingga upaya mereka yang ingin membenturkan kita bisa tereliminasi,” imbaunya.

TNI/Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala saat ini juga masih berlangsung, dimana jumlah Personil BKO TNI yang masih memburu 9 DPO Poso sebnyak 300 personil.

“Itu jumlahnya turun signifikan dari jumlah anggota yang pertama kali kami turunkan untuk BKO Polri dalam melaksanakan tugas Ops. Tinombala,” kata Pangdam XIII/Merdeka.
 

Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.