Monday, 28 May, 2018 - 03:15

Panji “Petualang” Coba Selamatkan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

CARI BUAYA - Panji Sang Petualng bersama dengan timnya, saat menyusuri sungai palu dengan menggunakan speedboat milik Satpolair, untuk mencarikeberadaan Buaya berkalung ban Motor, Minggu 21 Januari 2018. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ribuan Masyarakat Kota Palu sejak pagi hari hingga sore memadati kedua sisi bantaran Sungai Palu yang berada di sekitar Jembatan Palu II , Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Minggu 21 Januari 2018.

Ribuan masyarakat itu berkumpul bukan untuk menyaksikan perlombaan perahu, melainkan ingin menyaksikan langsung upaya penyelamatan seekor buaya yang dibagian lehernya tersangkut sebuah ban sepeda motor. Bukan hanya itu saja, warga juga ingin menyaksikan Panji Sang Petualang yang akan menangkap dan membebaskan Buaya tersebut dari ban yang sudah menyangkut lama di lehernya.

Pantauan di lokasi, sejak pagi hari, sekitar pukul 07.00 wita, warga sudah memadati lokasi tersebut, semakin siang warga terus berdatangan hingga memacetkan ruas jalan I Gusti Ngurah Rai. Terlebih lagi banyaknya warga yang juga ikut melihat dari atas Jembatan II, hingga membuat petugas Sat Lantas Polres Palu harus bekerja ekstra mengarahkan para pengendara roda empat maupun roda dua agar tidak berhenti di atas jembatan tersebut.

Panji beserta timnya sempat berulang kali menyusuri pinggiran sungai untuk mencari hewan predator tersebut, hingga mengikat dua ekor ayam, untuk memancingnya keluar. Bukan itu saja, Panji beserta timnya juga di bantu Satpolair dengan menggunakan speed boat menyusuri sungi dari arah muara hingga ke Jembatan II, namun hasilnya masih nihil.

Menurut beberapa warga, pada siang harinya terlihat seekor buaya muncul di tengah-tengah sungai, dan terlihat jelas bahwa buaya tersebut adalah buaya yang berkalungkan ban, warga pun sempat mengabadikan kemunculan buaya itu, namun posisinya berada di tengah-tengah sungai.

“Tadi siang ada muncul buaya yang ada bannya di leher,” ungkap Masnun.

Hingga sore harinya, warga yang berkumpul masih setia menunggu kemunculan kembali buaya tersebut. Sudah berbagai cara dilakukan, mulai dari memancing dengan dua ekor ayam dipinggir sungai, hingga ritual adat dilakukan agar buaya tersebut muncul ke permukaan. Panji pun sempat beberapa kali terjun dan berenang di sungai Palu untuk memancing hewan buas itu.

Rencananya tim Panji Petualang tersebut akan kembali esok hari untuk mencari dan memancing buaya barkalung ban agar bisa menampakkan diri ke permukaan dan diselamatkan.

 
Editor: M Yusuf Bj