Monday, 24 April, 2017 - 21:41

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Panlih Wagub Kecewa Sikap Pemprov

Zainuddin Tambuala - Yahdi Basma. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Sulteng menyesalkan sikap Pemprov terkait permintaan pemunduran jadwal tahapan memasukkan nama calon wagub. Mereka keberatan karena permintaan itu hanya disampaikan secara lisan.

Permintaan secara lisan itu dilakukan pada saat rapat lanjutan Panlih yang berlangsung di DPRD, Senin 17 April. Rapat tersebut dimaksudkan untuk membahas permintaan tambahan waktu untuk memasukkan nama calon wagub. Rapat tersebut berlangsung alot.

Anggota DPRD yang tergabung dalam Panlih kecewa, karena permintaan pemunduran itu hanya dilakukan secara lisan oleh pihak Gubernur tanpa menyertakan surat resmi. Padahal, rangkaian tahapan pemilihan sudah terjadwal, disusun Panlih dengan segala bentuk argumentasi anggota Panlih karena ingin menghasilkan produk yang berkualitas.

Dikatakan Anggota Panlih, Yahdi Basma, seharusnya pihak Gubernur mengikuti tahapan yang sudah disusun oleh Panlih. Tidak boleh seenaknya meminta tambahan waktu. Apalagi itu hanya dengan pernyataan lisan.

“Seharusnya peserta pemilihan mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan. Bukan Panlih yang mengikuti peserta,” tegas Yahdi saat rapat Panlih.

Lanjut Yahdi, sesuai jadwal yang disusun seharusnya Partai Pengusung melalui Gubenur sudah mengirimkan dua nama sesuai batas waktu yang diberikan. Soal belum lengkap persyaratan biar Panlih yang memverifikasi, apabila berkas dikembalikan barulah Panlih menyusun jadwal kembali.

“Soal lengkap dan tidak lengkapnya berkas itu biar Panlih yang verifikasi, dengan begitu tahapannya bisa jalan. Ingat Panlih juga punya wibawa, tidak bisa mengikuti keinginan dari peserta pemilihan,” tegas Yahdi.

Hal senada juga diutarakan Aminullah BK, hingga batas akhir memasukkan dua nama sesuai jadwal tidak ada permintaan dari Gubernur untuk diundur sampai 30 April. Politisi PKB ini menyayangkan sikap Gubenur yang meminta tambahan waktu tanpa mengirim surat resmi ke Panlih.

Begitupun ditegaskan Ketua Panlih, Zainuddin Tambuala, bahwa permintaan sampai 30 April memasukkan dua nama tidak boleh secara lisan, melainkan harus tertulis. Sayangnya oleh Gubernur tidak menyampaikan hal itu, sehingga tidak ada acuan bagi Panlih mengabulkan permintaan itu.

Melihat geramnya anggota Panlih atas permintaan Gubernur terkait batas memasukkan dua nama, Sekretaris DPRD Sulawesi Tengah, Mukmin Sujuha menjelaskan, bahwa hingga batas akhir memasukkan dua nama calon Wagub, sebenarnya pihak Sekretariat yang belum mengirimkan surat permintaan kepada pihak Gubernur.

Sikap itu diambil Sekwan karena Tatib sebagai pedoman pemilihan Wagub hingga saat ini belum dilembardaerahkan oleh Biro Hukum Sulawesi Tengah. Selain itu, surat permintaan dua nama juga belum ditandatangani oleh salah satu unsur pimpinan DPRD.

“Sebenarnya ini bukan keselahan Gubernur, hanya saja sejauh ini Tatib sebagai payung hukum pemilihan belum di nomor dan masuk dalam lembar daerah,” kata Mukmin.

Karena masih melihat ada yang lemah dalam penyusunan jadwal pemilihan, Panlih akhirnya menyusun jadwal tersebut, dengan catatan jadwal itu harus dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Panlih, agar kedepan tidak ada lagi permintaan secara lisan oleh pihak gubernur.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.