Saturday, 24 February, 2018 - 12:38

Panwaslih Parimo Minta Bukti untuk Memverifikasi

ILUSTRASI - Pengawas Pemilu. (Foto : Google)

Diduga Loloskan Panwascam Bemasalah

Parimo, Metrosulawesi.com - Mengemukanya isu terkait dugaan adanya oknum Panwascam Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), membuat ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pilgub Kabupaten Parimo, Muhlis angkat bicara.

Senin (10/8), ketika dihubungi via ponselnya, Muhlis meminta bukti dugaan masalah yang menimpa Adnan R, yang kini lolos sebagai anggota Panwascam Ongka Malino. Menurut Muhlis, laporan yang diajukan masyarakat terkait Adnan pada seleksi Panwascam lalu, dianggap bukan sebagai bukti untuk dijadikan dasar agar Adnan R gugur.

Dikonfirmasi sebelumnya, salah seorang mantan pihak sekretariat Panwaslu (dulu, red) Pilpres, membenarkan adanya dugaan penyalagunaan operasional Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Kecamatan Ongka Malino dilakukan Adnan R.

"Iya, kayaknya memang begitu," sebut sumber yang tidak ingin namanya dikorankan.

Menurutnya, dana tersebut telah dikembalikan ke pihak PPL setelah sebelumnya terjadi keributan  antara Panwascam dengan PPL.

"Karena ribut, dana itu sudah dikembalikan sendiri oleh pihak Panwascam Ongka Malino ke sejumlah PPL," katanya.

Hal senada juga diutarakan salah seorang mantan komisioner Panwaslu Pilpres Parimo. Ia juga mengaku sempat mendengar dugaan penyalagunaan dana yang dilakukan Adnan R. Hanya saja sumber yang tetap meminta namanya tidak ditulis itu juga enggan memberi komentar banyak.

"Saya dengar memang begitu. Tapi lebih akuratnya konfirmasi pihak sekretariat karena urusan keuangan mereka yang tahu," urainya.

Dilansir koran ini sebelumnya, Paswaslih Kabupaten Parimo ditengarai mengabaikan masukan dari masyarakat terkait informasi seputar perekrutan anggota Panwascam beberapa waktu lalu. Pasalnya, Panwaslih Kabupaten Parimo pemilihan Kepala Daerah Propinsi Sulteng yang saat ini dinahkodai Muhlis diduga telah meloloskan salah seorang anggota Panwascam yang pada Pilpres sebelumnya dianggap bermasalah.

Sumber yang dapat dipercaya menyebutkan, Panwaslih Kabupaten Parimo telah meloloskan salah seorang anggota Panwascam Kecamatan Ongka Malino bernama Adnan R, yang saat ini telah menjabat sebagai ketua Panwascam kecamatan tersebut.

Padahal saat pelaksanaan jaring informasi pada pelaksanaan tahapan perekrutan Panwascam sebelumnya, sejumlah pihak telah memasukkan informasi bahwa yang bersangkutan untuk tidak direkomendasikan kembali menjadi anggota panwascam.

Menurut sumber, Adnan R diduga telah menggelapkan dana operasional PPL selama satu bulan, dimana dana operasional tersebut berjumlah Rp250 ribu untuk 37 orang PPL. Hingga saat ini masalah tersebut kata sumber belum menemui titik terang.

Terkait hal tersebut, hingga saat ini wartawan belum berhasil meminta konfirmasi dari Adnan R. tiga nomor ponsel yang diketahui milik Adnan R, yaitu 08534117xxxx, 08219174xxxx, 08229243xxxx, terdengan nada aktif.
 
LMP Parimo Minta Bawaslu Turun Tangan

Ketua Harian Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parimo, Risman, kepada koran ini meminta Bawaslu segera turun tangan terkait dugaan masalah yang menimpa Adnan R.

Menurut Risman, Bawaslu segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Panwaslih Kabupaten Parimo, yang disinyalir meloloskan oknum Panwascam Ongka Malino.

“Hal ini perlu mendapat perhatian Bawaslu. Sebaiknya pihak Bawaslu segera turun tangan untuk melakukan klarifikasi terhadap Panwaslih Parimo," tuturnya.

"Permintaan untuk Bawaslu untuk menindaklanjuti persoalan ini agar ditemukan titik terang. Sehingga bukti dari kesan bahwa Bawaslu meloloskan Panwascam bermasalah segera diketahui,” ujar Risman.

Ia menambahkan, Bawaslu harus tegas menyikapi masalah ini, jika ingin proses pengawasan tetap berjalan sesui koridor. Apalagi kata dia, yang berkembang dan telah diberitakan di media massa bahwa oknum Panwascam yang diduga bermasalah, tentang keuangan.

"Panwascam itu memiliki tugas yang vital dalam melakukan kontrol pada tahapan pilgub nanti, termaksud segala pelanggaran. Jadi bagaimana masyarakat bisa sepenuhnya percaya yang bersangkutan menjalankan tugasnya dengan baik jika ia sendiri justru diduga bermasalah," ujarnya.

Risman berharap, jika terbukti dugaan penyalagunaan dana itu, Bawaslu harus mengambil sikap tegas.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.