Saturday, 24 June, 2017 - 08:16

Papan Reklame Jalan Emi Saelan Diduga Tak Kantongi Izin

Salah satu papan reklame yang berdiri di depan ruko jalan Emi Saelan. (Foto : Ist)

Kadis LHK: Harus Dibongkar

Palu, Metrosulawesi.com - Salah satu papan reklame berdiri di depan ruko Jalan Emi Saelan, bagian barat perempatan lampu merah Jalan Towua Kecamatan Palu Selatan mengundang perhatian warga. Disinyalir papan reklame yang baru berdiri ini telah melanggar moratorium pendirian papan reklame sehingga diduga tidak memiliki izin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palu Musliman Malappa yang dimintai keterangan membenarkan hal itu.

“Setelah melakukan kroscek pada bawahan tentang papan reklame yang bermerk salah satu produk rokok itu ternyata tidak miliki izin dan telah melanggar. Saya sudah tanyai anggota saya, jadi harus di bongkar,” tegas Musliman.

Musliman mengungkapkan saat ini telah ada moratorium tentang pendirian papan reklame. Moratorium ini berkaitan dengan pelarangan mendirikan papan reklame di tempat-tempat tertentu.

“Tentunya hal itu harus ditaati OPD yang menjadi leading sektornya, yaitu kami. Seingat saya belum pernah saya menandatangi surat tentang izin papan reklame itu. Jadi untuk menindaklanjutinya, dalam waktu dekat, saya akan melayangkan surat resmi ke pihak Pol PP Kota Palu untuk menindaki pelanggaran itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu, Moh. Arif Lamakarate yang dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan pihaknya masih menunggu surat resmi dari DLHK.

"Saya sudah dengar itu, tapi kita jangan gegabah langsung membongkar begitu saja sebelum ada surat resmi dari OPD terkait yang meminta kita untuk itu,” jelasnya.

“Untuk membongkar itu tidak sulit, namun tentunya tindakan itu harus resmi. Jadi kita tunggu saja surat dari DLHK baru kita kerahkan personil untuk membongkarnya,” katanya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.