Monday, 23 July, 2018 - 06:22

Parasit Ikan Kaleng Beresiko Timbulkan Alergi

dr Royke Abraham. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Menanggapi penarikan beberapa jenis ikan kaleng dari pasar yang dilakukan BPOM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Royke Abraham mengatakan kemungkinan ada indikasi proses produksi ikan kaleng yang telah ditarik oleh BPOM tidak terlaksana dengan baik.

“Karena kita ketahui, secara biologi normalnya parasit memang bisa ada pada ikan-ikan sarden itu, mestinya, jika produksinya bagus, tentunya sudah ada teknik-teknik mengeluarkan parasit itu,” ujar Royke di Palu, Kamis, 5 April 2018.

“Kalau memang parasit itu masih ada, meskipun sudah mati, tetap secara kesehatan bisa beresiko dan menimbulkan alergi meskipun ada pemanasan. Kemungkinan juga bisa menimbulkan mual, muntah dan diare,” katanya.

Olehnya, menurut Royke, kebijakan BPOM menarik beberapa merek ikan kaleng dari pasaran sudah tepat.

“Intinya bahwa pemerintah saat ini sudah berupaya maksimal dalam menjaga keamanan dari makanan yang dikonsumsi masyarakat,” katanya.

“Saya kira tidak semua makanan kaleng itu berbahaya, ada beberapa yang memang sudah menjadi catatan BPOM namun sudah ditarik, dan itu bagus. Masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi makanan ikan dalam kaleng jenis lainnya, atau yang tidak ditarik oleh BPOM,” katanya.

“Jadi bisa dikatakan bahwa amanlah mengkonsumsi makanan kaleng, yang penting bukan produk yang telah ditarik Balai POM,” tuturnya.

Menurutnya, ikan sarden adalah makanan yang sangat bergizi.

“Kita hidup dari kecil makan ikan sarden sampai sekarang tidak apa-apa,” katanya.

“Jika ikan sarden ini diolah lagi, dimasukkan dalam panci atau belanga dengan panas api, memang cacingnya akan mati. Namun ini tergantung lagi dari daya tahan tubuh manusia itu sendiri,” jelasnya.

Olehnya, kata dia, masyarakat tak perlu khawatir, karena BPOM sudah melakukan penarikan terhadap beberapa merek ikan kaleng yang dianggap berbahaya.


Editor: M Yusuf Bj