Wednesday, 26 July, 2017 - 14:39

Parimo Galakan Metode Tanam Jajar Legowo Bagi Petani Sawah

Parimo, Metrosulawesi.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kini menggalakan sistem tanam jajar legowo (tanam menggunakan alat). Metode tersebut guna meningkatkan hasil produksi padi.

“Kita berharap petani bisa menerapkan sistem tanam jajar legowo karena metode ini salah satu alternatif untuk menghasilkan hasil produksi panen padi sesuai harapan, karena melihat kondisi saat ini sebagian wilayah petani masih saja menerapkan sistem tanam hambur padi di ladang,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan, Syaiful, Rabu (20/1/2016).

Menurutnya, saat ini sistem tanam jajar legowo telah diterapkan di wialayah Kecamatan Bolano Lambunu di atas 150 hektar. Alhasil, petani bisa menghasilkan gabah kering yang telah digiling mencapai delapan ton. Padahal, sebelumnya petani di wilayah itu hanya bisa menghasilkan empat ton sekali panen.

Itu sebabnya kata dia, di Kabaupaten Parimo, sistem tanam tersebut sangat cocok untuk digunakan. Disamping mempercepat proses tanam bisa juga menghindarkan pengunaan racun yang berlebihan sebagai langka petani menanggulangi serangan hama. Karena sistem penanaman jajar legowo antar bibit yang lain itu tidak saling berdekatan, sebab penanamanya mengunakan alat bantu yang mengatur jarak masing-masing bibit.

“Proses penanaman dengan mengunakan metode jajar legowo itu sangat baik digunakan, selain menghasilkan produksi yang cukup besar, pengunaan pestisida berlebihan juga terkontrol karena diketahui penggunaan racun untuk menghilangkan hama secara berlebihan sangat berbahaya,” ujarnya.

Namun demikian kata dia, saat ini belum semua petani di Parimo mengunkan metode tersebut. Petani yang menggunakan masih berada dibeberapa wilyah tertentu. Apalagi, para penyuluh pusat saat mendatangi daerah Parimo mengungkapkan, pengunaan sistem hambur diladang itu tidak bisa dihilangkan dari para petani. Karena konsep tersebut telah menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat Parimo sehingga sulit merubahnya dalam waktu cepat.

“Harus diakui tidak mudah menghilangkan pola tanam lama yang digunakan petani secara turun temurun,” ungkapnya.

Ia menambahkan,meskipun sistem tanam jajar legowo ini merupakan program pemerintah agar  petani bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal  karean sistem tanam ini merupakan salah satu trobosan yang tidak merugikan para petani.

“Jika dibandingkan dengan metode hambur yang bisa mengeluarkan biaya beasar, metode ini jajar legowo justru sangat membantu petani dengan mengeluarkan biaya yang sangat sedikit,” tutupnya.

 

Editor : Subandi Arya

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.