Friday, 22 June, 2018 - 13:31

Parimo Rehab 10 Irigasi, Habiskan Rp5,3 Miliar

Muhammad Zubaid. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Kepala Seksi (Kasi) Irigasi Muhammad Zubaid menjelaskan, tahun 2018 ini pihaknya akan melakukan merehab sepuluh irigasi menggunakan anggaran DAK dan APBD.

Muhammad Zubaid mengatakan, tujuh irigasi yang akan direhab masuk dalam Alokasi Dana Khusus (DAK) yakni Daerah Irigasi (DI) Sausu Bawah, DI Tindaki, DI Petapa, DI Gadonggol, DI Moutong, DI Ongka Persatuan, dan  DI Tomini Kiri.

Sedangkan rehab irigasi melalui APBD seperti Daerah Irigasi Ogotion, Irigasi Pokotio Desa Pombalowo Kecamatan Parigi dan Irigasi Desa Tolai Kanan Kecamatan Balinggi. Selain itu, rehab rumah jaga irigasi di Desa Baliara Kecamatan Parigi Barat. Sehingga ada tiga irigasi dan satu rehab rumah jaga masuk dalam APBD.

Dia mengatakan, bahwa untuk anggaran APBD rehab sebesar Rp 460 juta, dan untuk total rehab melalui DAK sebesar Rp4,9 miliar. Adapun Rp 4,9 miliar itu terbagi atas tujuh paket pekerjaan rehabilitasi irigasi.

“Dimana rehab yang paling besar pagu anggarannya itu yakni DI Sausu Barat sebesar Rp800 juta,  sedang DI yang kecil anggarannya itu yakni DI Petapa, DI Gadonggol dan DI Tomini Kiri masing-masing pagu anggarannya Rp 300 juta,” tutur Zubaid kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya selasa 22 mei 2018.

Menurut dia, bahwa  daerah irigasi tersebut merupakan prioritas  untuk direhabilitasi.

“Kondisinya sekarang banyak irigasi yang rusak besar, rusak retak, dan kemudian ada juga irigasi yang kita tingkatkan dari saluran tanah menjadi saluran pasangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya dalam melakukan rehabilitas irigasi tersebut sesuai dengan laporan atau catatan petugas yang berada di masing masing Daerah Irigasi. Pihaknya juga turun langsung untuk melakukan peninjauan irigasi yang akan direhab.

“Masing-masing Daerah irigasi itukan kami sudah ada petugasnya yakni di daerah irigasi itu kami siap petugas penjaga bendungannya, penjaga pintu airnya, ada penyuluhnya, serta ada pengamat pengairan, sehingga data data mereka itulah yang kita ambil untuk menjadi dasar untuk melakukan rehab Daerah irigasi,” pungkasnya.


Editor: Syamsu Rizal