Wednesday, 29 March, 2017 - 17:24

Partai Nasdem Sulteng Berbagi di Ultah Ke-5

BERBAGAI KEBAHAGIAAN - Ketua DPW Partai Nasdem Sulteng, Ahmad H Ali (tengah) foto bersama anak-anak santri usai perayaan hari ulang tahun ke-5 Partai Nasdem di kantor DPW Partai Nasdem Sulteng, Jumat 11 November 2016. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Seperti tahun sebelumnya. Perayaan ulang tahun ke-5 Partai Nasdem di Sulteng tahun ini masih diwarnai dengan aksi sosial.  Jumat 11 November kemarin, keluarga besar Partai Nasdem dipimpin langsung Ketua DPW Nasdem Sulteng,  Ahmad H Ali mengunjungi sejumlah panti asuhan dan pasentren.

Kunjungan dilakukan selepas salat Jumat sekitar pukul 13.30 Wita. Didampingi rombongan pengurus DPW Nasdem diantaranya ketua harian Aristan, empat legislator Sulteng dari Nasdem seperti Nasution Camang, Theo Masykur dan Yahdi Basma, Ibrahim Hafid, menyambangi tiga panti asuhan dan pesantren di Palu. Masing-masing Panti Asuhan Nurul Falah di Jalan Suprapto, Panti Asuhan Wali Songo dan pesantren Al-Khairaat Pusat di Jalan Sis-Aljufri, Palu.

Selain menyerahkan bantuan beras dan sembako ke sejumlah panti asuhan, Ahmad Ali saat berbincang-bincang bersama pengasuh Panti Asuhan Nurul Falah, mereka para pengasuh mengeluhkan pembangunan masjid yang hingga kini belum rampung.

Tanpa pikir panjang, Ahmad Ali langsung menyahuti akan merampungkan pembangunan masjid yang selama ini menjadi tempat ibadah anak panti dan warga setempat.

"Sebagai hamba, ini murni sebagai ladang amal ibadah, jangan ada tendensi politik apapun," kata anggota Komisi III DPR RI itu saat berbicara bersama pengasuh.

Makanya, Ia langsung meminta kepada pengasuh untuk menginventarisir seluruh kebutuhan pembangunan masjid. Saat itu, Ahmad Ali juga langsung memerintahkan stafnya untuk segera bekerja merampungkan pembangunan masjid tersebut.

Niatan Ahmad Ali disambut gembira dan doa bersama para pengasuh, yang telah sekian lama menunggu donatur untuk menyelesaikan pembangunan masjid.

"Kami sangat berterima kasih pada beliau. Kami selama ini selalu berdoa semoga Allah mendatangkan orang yang mau membangunkan masjid kami ini," ucap salah satu pengasuh.

Setelah dari Panti Asuhan Nurul Falah, perjalanan dilanjutkan menyambangi Panti Asuhan Wali Songo. Di panti tersebut, Ahmad Ali bukan orang baru bagi warga panti. Dia dan rombongan disambut hangat pengasuh dan para anak asuh yang masih kecil-kecil.

Setelah beberapa jam becengkrama sambil berfoto-foto bersama anak yatim, Ahmad Ali langsung melakukan kunjungan di Pesantren Al-Khairaat Pusat yang diterima sejumlah petinggi pesantren.
Kunjungan ke panti asuhan telah menjadi tradisi DPW Partai Nasdem. Tak hanya saat moment HUT Partai Nasdem. Namun, pada saat moment-moment hari besar lainnya, seperti lebaran Idul Fitri, Idul Adha dan lainnya.

Bagi Nasdem, mereka yang mendirikan panti asuhan untuk memelihara anak yatim adalah tugas mulia, sama dengan tugas kenabian. Olehnya, Nasdem akan selalu menjadi bahagian dari kerja-kerja pengasuhan dan memuliakan anak yatim. Tanpa doa meraka, Nasdem tiada arti sama sekali.

Ngopi Bareng Ahmad Ali

Usai menyambangi panti asuhan, sekitar pukul 15.00 Wita, Ahmad Ali menggelar diskusi lesehan di beranda kantor DPW Nasdem di Jalan Khairil Anwar, Palu, yang dihadiri berbagai komunitas, dari aktivis mahasiswa, komunitas nelayan Talise, Petani Garam Talise, komunitas petani Sigi, para pemulung, wartawan hingga sejumlah guru besar dari Untad.

Suasa diskusi dengan tema "Ngopi bareng Ahmad Ali" itu semakin terasa kental nuansa kerakyatannya saat para ina-ina penjual dange yang biasa berjualan di pinggiran pantai Taman Ria, pindah berjualan disepanjang jalan Khairil Anwar depan kantor DPW Nasdem.

Para ina-ina menjual makanan rakyat itu secara gratis kepada setiap pengunjung yang datang memesan.

"Ayo pokoknya makan sampai puas, semua gratis, Nasdem yang bayar," kata Hamdin penitia diskusi "Ngopi bareng Ahmad Ali".

Saat ngopi sambil menikmati dange, semua peserta dapat mengeluarkan semua uneg-uneg terkait kerja-kerja Partai Nasdem selama ini. Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali mengatakan, diskusi lesehan sambil ngopi bareng ini menjadi forum bagi rakyat yang hadir untuk berbicara tentang buruknya partai Nasdem, baik dari anggota DPRD dari Nasdem maupun lainnya.

"Kami minta masukan yang jelek-jelek tentang partai Nasdem dan anggotanya, jangan yang baik-baik, sebab, inilah kesempatan kita untuk saling mengoreksi untuk menjadi lebih baik," ucap Ahmad Ali.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa petani dari Sigi menyerahkan bingkisan beras hasil panen mereka ke Nasdem.

"Inilah hasil kerja kami selama ini yang berada dalam binaan Nasdem," ucap salah satu perwakilan petani yang mengaku kekurangan lahan untuk menggarap pertanian.

Saat itu juga, Ahmad Ali menyiapkan lahannya di Sigi seluas 2 hektar untuk digarap para petani secara gratis tanpa ada bayaran.

"Ada tanah saya di Sigi 2 hekter. Kami minta petani garap secara gratis tidak dipungut biaya," ucapnya.

Zikir dan Yasinan

Setelah diskusi 'Ngopi bareng Ahmad Ali'. acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah dan zikir di ruang utama kantor DPW Nasdem, yang diikuti puluhan santri dari pesantren Alkhairaat.

Usai zikir dan baca Surah Yasin. Ahmad Ali bersama santri dan pengurus DPW Nasdem makan bersama dan melakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur hari jadi Nasdem ke lima. Semua potongan tumpeng diserahkan kepada para santri.

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan nonton bareng film dokumenter perjalanan Partai Nasdem serta diskusi ringan.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.