Thursday, 23 November, 2017 - 08:10

Pasar Manonda Dijaga Dua Peleton Pasukan

BERSIH - Ruas jalan di Pasar Manonda yang sudah bersih dari lapak pedagang setelah ditertibkan, Sabtu 30 Juli 2016. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Ratusan Pedagang Bakal Tinggalkan Pasar Manonda

Palu, Metrosulawesi.com - Lapak pedangang Pasar Inpres Manonda, Palu Barat yang puluhan tahun berjualan di ruas jalan pasar tersebut akhirnya dibongkar oleh Satpol PP dibantu polisi dan TNI, dan instansi terkait, Sabtu 30 Juli 2016. Pedagang yang selama ini mengganggu arus lalu lintas akhirnya masuk ke dalam areal pasar.

Meski demikian, aparat gabungan tetap berjaga-jaga di lokasi pasar tersebut untuk mengantisipasi pedagang kembali berjualan di jalan.

Kepala SatpolPP Kota Palu Ridwan mengatakan, Satpol PP akan mendirikan dua pos di area pasar terbesar di Kota Palu tersebut. Satu pos berada di Jalan Labu, dan satu lainnya di Jalan WR Supratman.

"Kita akan turunkan dua peleton Satpol PP berjaga selama 24 jam, bersama gabungan TNI dan Polri. Ini untuk mengantisipasi pedagang yang kembali berjualan di luar pasar atau di jalan," kata Ridwan ditemui di sela  penertiban, pagi kemarin.

Pantauan Metrosulawesi di lokasi, penertiban berjalan lancar dan aman. Seluruh pedangang mengikuti arahan petugas  untuk membongkar lapaknya dan menempati lapak yang ada di area dalam pasar.

Tidak ada kekerasan yang terjadi saat penertiban yang dilakukan 200 Satpol PP, TNI dan Polri. Semua pedangang ikut membongkar sendiri lapak yang mereka tempati.

Meskipun ada dari beberapa pedangang protes dengan lapak yang diberikan oleh pemerintah karena ukurannya hanya 1,5 meter.

"Tadi pagi kita sudah mau masuk menjual cuma masih banyak orang yang menjual di luar, jadi saya keluar ulang menjual di luar," ujar salah satu pedagang yang lapaknya dibongkar.

Pembongkaran lapak pedagang dimulai pukul 07.00 Wita. Rencananya, Pemkot akan tetap melakukan pembersihan hingga 2 Agustus.

"Hari ini (kemarin) penertiban tidak menggunakan kekerasan, kita hanya meminta pedangang untuk membongkar sendiri lapaknya. Dan mereka pedangang mau membongkar lapaknya. Hanya ada beberapa pedangang yang sempat adu mulut saat penertiban, tapi kita tetap membongkar lapaknya," ujar Ridwan.

Seusai penertiban, satu alat berat yang disediakan oleh Pemkot tampak membersihkan tumpukan sampah yang sudah membusuk di jalan mulai dari Jalan Labu, Jalan Kacang Panjang dan Cempedak. Sedikitnya 5 mobil truk sampah yang lalu lalang mengangkut sampah dan  1 unit mobil pemadaman kebakaran.
Tak kebagian

Sementara itu, ratusan pedagang yang selama ini berjualan di ruas jalan Pasar Manonda tidak tertampung di area pasar. Mereka harus meninggalkan lokasi pencarian rezekinya di sana.

Informasi yang diperoleh, sekitar 280 pedagang yang tidak tertampung di dalam pasar. Saat penertiban para pedangang ini hanya bisa mengumpulkan dagangannya dan belum memutuskan akan berjualan di pasar mana.

Asisten II Pemkot Palu Ansar Setiadi mengungkapkan pedagang yang tidak tertampung bisa pindah berjualan ke Pasar Talise atau Pasar Lasoani. Dua pasar tersebut masih sepi pedagang, maupun pembeli.

"Kita sudah tawarkan opsi itu, kalau ada yang mau berdagang di dua pasar itu, pemerintah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut dagangannya," kata Ansar yang memantau penertiban pedagang di pasar tersebut. (hen/edy)


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.