Saturday, 19 August, 2017 - 13:30

Pasca Dilantik, Rektor Unismuh Palu Fokus Lima Program Prioritas

REKTOR BARU DAN LAMA – Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra Rum kedua dari kiri bersalaman dengan mantan Rektor, Dr Heru Wardoyo, usai pelantikan rektor di Aula Unismuh Palu, Selasa 18 April 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dr Dr. Rajindra Rum resmi menggantikan Dr Heru Wardoyo sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Palu periode 2017-2021. Dia dilantik oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Chairil Anwar di Aula Unismuh Palu, Selasa, 18 April 2017.

Usai dilantik sebagai rektor, Dr. Rajindra menyampaikan lima hal yang menjadi prioritas program kerja, untuk membangun Unismuh Palu agar menjadi yang terbaik. Di antaranya, pertama meningkatkan kualitas al islamia dan kemuhammadiyaan kepada seluruh civitas akdemika yang ada di Unismuh Palu.

“Kemudian kedua pihaknya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini dimaksudkan agar tidak ada lagi dosen yang berkualifikasi strata 2. Dosen di Unismuh kedepan harus mengambil jenjang Strata 3 (S3). Dosen juga harus menguasai bahasa inggris,” katanya.

Rajindra mengatakan selain itu pihaknya akan meningkatkan kualitas manajemen. Hal ini sangat perlu dalam pengelolaan keuangan yang harus baik. Dengan begitu akan mudah mengentrolnya.

“Bagi para pegawai yang tidak sesuai kompetensinya kita akan tempatkan, dimana tempat yang sesuai untuk dirinya. Agar semuanya harus terbenahi dengan baik,” ujarnya.

Selain dosen, Rajindra juga berjanji akan membehani kualitas kemahasiswaan. Kedepan katanya, setiap unit kegiatan kemahasiswaan di sejumlah fakultas harus berjalan dengan nyata. 

“Mereka harus berlomba melakukan kegiatan yang dibuat untuk diperlihatkan di luar, agar masyarakat itu mengetahui ternyata Unismuh Palu itu ada. Selama ini saya melihat Unismuh ini di sebagian masyarakat ada yang tidak mengetahui, karena tidak adanya kegiatan kemahasiswaan. Untuk itu kami akan mendorong untuk membentuk kegiatan itu,” ungkapnya.

Di bidang penelitian, Rajindra beranggapan juga sangat perlu untuk tingkatkan. Karena jika Unismuh tidak mendapatkan bantuan dari Dikti atau Pemerintah Daerah, maka kewajiban universitas harus membantu dalam peningkatan penelitian mandiri.

“Saya juga akan memperbaiki infrastruktur, terutama di bidang Informasi dan Teknologi (IT). Dengan adanya IT para mahasiswa akan dimudahkan untuk mengakses pembayaran SPP melalui bank yang ada, untuk itu kami akan bekerjasama dengan Bank dalam memperluas jaringan IT dengan baik,” ujarnya.

Di bagian lain, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi, Dahlan Rais Dahlan Rais mengatakan perguruan tinggi itu tidak boleh melupakan pencitraan, bangun citra sehingga citra di tengah masyarakat Unismuh Palu memang dipandang  baik.

“Unismuh Palu harus menunjukkan bahwa memang kampus yang terpercaya, untuk melahirkan sarjana-sarjana yang membuming, berahlak, berilmu, dan berkemanusian, belajarlah dari dunia usaha yang begitu jelas, agar semua ini dilakukan tujuannya untuk membangun citra,” katanya.

“Membangun citra tidak hanya mengerekan Unit Kesehatan Mahasiswa (UKM), tetapi juga harus memiliki strategi dalam membangun suatu perguruan tinggi,” tambahnya.

Dahlan menambahkan rektor harus bangun kepercayaan. Jangan sampai kepercayaan itu jatuh, karena jika kepercayaan jatuh, maka sulit untuk diambil kembali. 

“Kita ketahui Dr. Ranjindra, rektor baru kita ini berjanji dengan baik, untuk membangun hal-hal yang menjadi awal tumbuhnya kepercayaan. Kepercayaan diperoleh awalnya dari kejujuran karena kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan, dan kepercayaan akan memperlancar setiap urusan. Sebaliknya jika ada kebohongan akan membuahkan kecurigaan, dan setiap kecurigaan itu akan menghambat setiap urusan,” katanya.

Dahlan mengatakan yang namanya kejujuran itu sangat penting, karena akan menumbuhkan kepercayaan, dengan mengakselerasi setiap urusan program yang telah direncanakan.

Pelantikan tersebut selain dihadiri pengurus pusat Muhammadiyah, juga dihadiri Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah (Sulteng), Ahmad Dahlan serta beberapa dosen dan rektor, perwakilan Rektor Universitas Tadulako (Untad), perwakilan Rektor IAIN dan sejumlah pimpinan kampus yang ada di Kota Palu.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.