Saturday, 22 September, 2018 - 15:04

Pasca Lebaran, Pantai Tanjung Karang Memprihatinkan

SAMPAH – Inilah sampah berserakan disepanjang bibir pantai Tanjung Karang, Rabu, 20 Juni 2018. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.com - Pantai wisata Tanjung Karang dipadati pengunjung pasca lebaran Idul Fitri 2018. Namun, kondisi pantai dikenal dengan keindahan pasir putihnya itu kini memprihatinkan. Akibat sampah berserakan disepanjang bibir pantai itu.

Berdasarkan pantauan Metrosulawesi, Rabu, 20 Juni 2018, pantai pasir putih kebanggaan masyarakat Donggala itu kini dipenuhi sampah. Anehnya, sampah terbuang ke bibir pantai ternyata ulah para pengunjung sendiri. Asik rekreasi bersama sanak keluarga di pantai itu. Namun mereka lupa menjaga keindahan pantai Tanjung Karang.

Salah seorang pengunjung dari Kota Palu, Tika Mentari, kepada media ini mengatakan, merasa prihatin dengan kondisi pantai Tanjung Karang saat ini. Karena ia merasa pantai yang begitu indah dengan nuansa alami lautnya. Namun sengaja dicemari sampah oleh pengunjung yang datang.

“Saya kasihan melihat kondisi Tanjung Karang sekarang. Padahal kami bersama keluarga kemarin ingin menikmati indahnya pasir putih. Tetapi, pasir putih dikotori sampah berserakan disini,” ungkap gadis mengaku kelahiran Kota Palu, ditemui di pantai Tanjung Karang, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala itu.

Dia menambahkan, ia pula menyayangkan sikap pemerintah daerah (Pemda) Donggala terkesan tidak merawat dengan baik objek wisata pantai Tanjung Karang ini. Paling tidak kata dia keterlibatan Pemda Donggala merespon baik kebersihan pantai itu.

“Pantai Tanjung Karang itu kalau tidak salah, ya, menambah pendapatan asli daerah (PAD) Donggala. Harusnya bagi hasil pendapatan itu diplot untuk kebersihan pantai,” terangnya.

Menurutnya, pengunjung datang menikmati keindahan Tanjung Karang tidak boleh disalahkan. Meski pun sampah berserakan diketahui ulah mereka. Namun pelu diingat kalau mereka masuk ke sini itu membayar iuran melalui karcis di pintu gerbang Tanjung Karang.

“Nah iuran dibayar itu sebaiknya digunakan membersihkan sampah dibibir pantai Tanjung Karang ini,” pungkasnya.


Editor: Syamsu Rizal