Thursday, 27 July, 2017 - 06:31

Pecatan Polda Sulteng Divonis 15 Tahun

KENA 15 TAHUN - Terdakwa Aswan saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palu. (Foto : Agustinus Salut/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Mantan anggota Polda Sulteng, Aswan divonis dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda senilai Rp 10 miliar subsidair 3 bulan kurungan. Aswan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika golongan I. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Palu, Rabu, 5 April 2017.

Majelis Hakim Ketua I Made Sukanada yang didampingi Ernawaty dan Erianto Siagian masing-masing Hakim Anggota dalam putusannya mengatakan, terdakwa Aswan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak menerima atau perantara jual beli narkotika golongan I sebagaimana yang didakwakan dalam pasal 114 ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana Narkotika.

Sehingga, terdakwa Aswan divonis dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda senilai 10 miliar subsidair 3 bulan kurungan. Barang bukti berupa sabu sebanyak 1,973,7 gram dirampas untuk dimusnakan.

Putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa Aswan dengan pidana penjara selama 17 tahun dan denda senilai Rp 15 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Sebelumnya, terdakwa Aswan dalam persidangan mengakui bahwa dirinya hanya diperintahkan oleh Haji Opan untuk mengambil barangnya (sabu-sabu) untuk diantar kepada seseorang di Kayumalue, Palu Utara. Namun belum diberitahukan barang itu mau diantar sama siapa.

“Cuma dibilang tolong ambil dan antarkan itu barang ke Kayumalue.”

Pengakuan itu diungkapkan oleh terdakwa Aswan dalam sidang terbuka untuk umum kepada Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Palu, Selasa, 14 Maret 2017.

Aswan yang juga mantan anggota Samapta Polda Sulteng itu menuturkan, bahwa setelah dipecat dari satuan Kepolisian, dirinya ikut bisnis narkoba bersama Haji Opan. Tetapi cuma lewat telepon saja, belum pernah ketemu langsung dengan dia.

"Sudah dua kali saya disuruh ambil dan antar itu barang. Pertama dulu antar sabu-sabu seberat 500 gram, dan yang kedua sekarang yang ditangkap sebanyak 1,973,7 gram," ujarnya.

Bahwasanya, saat berhasil diambil dan diantar yang pertama dirinya mendapat upah senilai Rp 10 juta, dan yang kemarin ini dijanjikan mendapatkan Rp 20 juta. Belum sempat dibayar karena barangnya baru diambil, dan langsung ditangkap oleh Polda Sulteng.

"Saya sangat menyesal dan tidak mau lagi kalau bisnis barang ini," katanya.

Diketahui, JPU mendakwa terdakwa Aswan dengan dakwaan melanggar Pasal 114 ayat 2  Undang Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana Narkotika Jo Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika.

Bahwasanya, terdakwa Aswan ditangkap pada Minggu, 16 Oktober 2016 sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Kartini, Kelurahan Lolu Selatan Kecamatan Palu Timur. Barang bukti narkotika yang diamankan adalah berupa sabu-sabu sebanyak 1,973,7 gram. Terdakwa Aswan ditangkap oleh tim Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng dan Polisi juga berhasil  menyita dan mengamankan barang bukti berupa 1,973,7 gram narkoba jenis sabu-sabu.


Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.