Saturday, 18 August, 2018 - 20:07

Pedagang: Tiga Hari Jelang Lebaran Harga Daging Sapi Naik

Pedagang daging sapi Pasar Masomba Palu. (Foto : Fadel Yalinawa/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pedagang daging sapi Pasar Masomba Palu Nasir, memprediksi kenaikan harga daging sapi akan terjadi tiga hari jelang lebaran Idul Adha 1437 H. Menurutnya, siklus kenaikan tersebut terjadi tiap tahun.

“Tetapi biasanya tiga hari sebelum lebaran Idul Adha, para pembeli daging sapi sudah ramai dan tentunya pasti harganya juga akan naik, karena di tahun sebelumnya tiga hari sebelum lebaran itu, harga daging sapi pasti naik,” kata Nasir.

Nasir mengatakan untuk saat ini penjualan daging sapi ke konsumen tetap pada harga normal Rp100 ribu perkilo.

“Untuk tulang Rp60 ribu perkilo. Tapi para pembeli belum ramai,” katanya.

Nasir mengatakan jelang lebaran pihaknya akan menambah stok daging sapi.

“Para pedagang akan menambah stok daging dan tulang jelang lebaran Idul Adha. Karena biasanya para pembeli ramai dan pasti stok daging akan ditambahkan sesuai lakunya daging dan tulang yang dijual,” katanya.

Kata dia, semua daging sapi yang diperdagangkan pihaknya adalah dari jenis sapi lokal.

“Terkait dengan daging sapi yang di jual, ini semua sapi lokal tidak ada yang dari luar daerah atau import, semuanya lokal. Dan rencananya, kalau pembeli ramai, akan kami tambahkan satu atau dua ekor sapi, untuk dijualkan di Pasar Masomba,” katanya.

Sementara itu, hal senada disampaikan pedagang sapi lainnya Cici. Menurutnya, kenaikan harga daging sapi tiga hari jelang lebaran biasa terjadi.

“Harga daging sakarang untuk dijualkan perkilo itu masih Rp100 ribu, dan biasaya kenaikan terjadi tiga hari sebelum lebaran Idul Adha,” katanya.

“Kalau untuk naiknya harga daging itu, tidak terlalu tinggi paling hanya sedikit saja, kemungkinan naik Rp10 ribu saja, jadi Rp110 ribu. Dan ini juga terjadi pada tahun sebelumnya. Kami berharap para pembeli untuk mengerti dengan harga daging yang sekarang, karena yang menaikkan harga daging sapi bukan para pedagang tetapi pemerintah,” katanya.


Editor : M Yusuf BJ