Sunday, 22 October, 2017 - 12:44

Pegadaian Gencarkan Sosialisasi Arrum Haji

BERI SAMBUTAN - General Manager Pegadaian Syariah Pusat Rully Yusuf saat memberi sambutan pada Seminar Arrum Haji dan Dialog Kebangsaan bertema ‘Indonesia Dan Masa Depan Gerakan Dakwah’ yang digelar di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu 30 Agustus 2017. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Hanya Rp7 Juta, Nasabah Langsung Peroleh Nomor Porsi

Palu, Metrosulawesi.com - Dalam rangka mensosialisasikan produk Arrum Haji, PT Pegadaian menggelar seminar dan dialog, Rabu 30 Agustus 2017 malam.  Kegiatan itu dihadiri sejumlah perwakilan lembaga dan tokoh agama di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Seminar Arrum Haji dan Dialog  Kebangsaan bertema ‘Indonesia Dan Masa Depan Gerakan Dakwah’ yang digelar di salah satu hotel tersebut diinisiasi oleh PT Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza, menghadirkan pemateri Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat yang sekaligus Dewan Pengawas Pegadaian Syariah Cholil Nafiz dan General Manager Pegadaian Syariah Pusat Rully Yusuf.

Pembiayaan Arrum Haji sendiri merupakan layanan pengembangan produk Tabungan Emas Pegadaian. Syarat untuk mengikuti program tersebut, nasabah harus menggadaikan emas batangan seberat 15 gram atau emas perhiasan 18 gram senilai Rp7 juta ke Pegadaian. Bisa juga melalui Tabungan Emas Pegadaian.

Setelah menyerahkan jaminan di Pegadaian, nasabah akan diberikan pinjaman dana Rp25 juta untuk mendaftarkan diri ke Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Nasabah dapat mencicil dana pembiayaan Rp25 juta itu antara satu hingga lima tahun. Dan saat mendaftar, nasabah langsung mendapatkan nomor porsi haji.

Deputi Bidang Bisnis Pegadaian Agus Tokhid mengatakan pihaknya sengaja menggelar kegiatan itu untuk semakin memperkenalkan produk Pegadaian, khususnya produk Arrum Haji kepada masyarakat di Kota Palu melalui lembaga-lembaga dan organisasi islam di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Untuk bisa mendekatkan diri kepada lembaga-lembaga tersebut, pihaknya pun sengaja mendatangkan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat Cholil Nafiz.

“Kan beliau (Cholil Nafiz) juga Sebagai pengawas kami di bidang syariah. Dia mau pastikan juga di sini, sesuai tidak syariah yang difatwakan, dan kita manfaatkan kehadiran beliau untuk bertemu masyarakat,” ujar Agus Tokhid.

Tidak hanya menggelar seminar dan dialog kebangsaan, Pegadaian juga menggelar berbagai kegiatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat selama tiga hari. Antara lain kegiatan yang telah dilaksanakan Pegadaian yakni, meneken kontrak kerjasama dengan Wanita Islam Alkhairat (WIA) untuk pengembangan di bidang pendidikan, dakwah dan sosial, kemudian menggelar kuliah umum di pondok pesantren.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.