Friday, 22 June, 2018 - 07:44

Pegadaian Tawarkan Kredit Kendaraan Berbasis Syariah

Agus Tokhid. (Foto: Udin Salim/ Metrosulawesi)

Lebih Murah Dibanding Leasing Konvensional

Palu, Metrosulawesi.com - PT Pegadaian (Persero) Cabang Palu menawarkan berbagai produk kredit untuk masyarakat umum.

“Dari sekian produk yang kami tawarkan, kami tetap fokus pada penyaluran kredit gadai. Proporsi penyaluran kredit gadai sebesar 85 persen,” kata Kepala Cabang PT Pegadaian Palu, Agus Tokhid kepada Metrosulawesi, Kamis 22 Februari lalu.

Saat ini adalah lima jenis produk kredit atau pembiayaan yang ditawarkan BUMN dengan motto “Menyelesaikan masalah tanpa masalah” itu. Kelima produk itu yakni: Kredit gadai, Kredit Kreasi/Jaminan BPKB, Kredit Kendaraan, Pembiataan Investasi Emas, dan Pembiayaan Pendaftaran Haji.

Agus mengatakan, pihaknya lebih fokus kredit gadai karena memang core bisnis Pegadaian adalah kredit gadai. Meski demikian katanya, pihaknya juga memberi perhatian terhadap produk pembiayaan lainnya.

“Untuk produk pembiayaan lainnya secara berurutan yang paling banyak penyalurannya adalah Kredit mikro, Kredit Kendaraan, Pembiayaan Emas dan Pembiayaan pendaftaran haji,” jelasnya.

Tahun ini kata Agus, penyaluran kredit atau pembiayaan untuk wilayah Kota Palu ditarget mencapai lebih Rp1,6 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp sebesar Rp1,4 miliar.

“Kenaikan ini untuk mengantisipasi permintaan kredit yang terus meningkat,” jelas Agus.

Penyaluran kredit atau pembiayaan untuk tahun 2018 tersebut, sudah berjalan, dan dilakukan sejak Januari lalu.

Agus mengatakan, dari lima produk pembiayaan yang ditawarkan, rata-rata semua diminati oleh masyarakat.

“Semua diminati, tinggal kami menyeleksi, mana yang lebih diutamakan,” ujarnya.

Yang menarik, PT Pegadaian menawarkan kredit kepemilikan kendaraan dengan sistem pembiayaan syariah. Dibanding dengan kredit pembiayaan konvensional, produk yang ditawarkan Pegadaian ini jauh lebih menguntungkan. Masyarakat bisa memiliki kendaraan dengan biaya lebih murah karena berbasis syariah.

Ditanya soal uang muka (DP), Agus mengatakan, pihaknya tetap mengenakan DP sebesar antara 10-20 persen.

“Kenapa kami mensyaratkan ini, karena memang aturannya sudah seperti itu,” katanya.

Agus mengatakan, selama ini masih banyak masyarakat yang kesulitan memiliki kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat karena keterbatasan pendanaan. Meskipun banyak tawaran kredit dengan uang muka murah tapi cicilan besar atau lama sehingga membuat harga kendaraan jatuhnya menjadi tinggi.

“Kalau dibanding dengan leasing, kita jauh lebih murah. Kalau dihitung-hitung selisih bunganya berbeda jauh, di Pegadaian hanya sekitar 0,9 persen, sementara di leassing bisa mencapai 2,5 persen,” kata Agus.

Bagi mereka yang ingin menjadi agen Pegadaian, produk kredit pembiayaan kendaraan ini paling mudah dipasarkan.

“Cukup sandingkan saja besaran bunga kredit kendaraan dari Pegadaian dengan leasing lain, calon nasabah pasti lebih tertarik ke Pegadaian,” katanya.