Saturday, 22 July, 2017 - 18:41

Pekerja di Sulteng Masih Didominasi Lulusan SD Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur

Palu, Metrosulawesi.com - Penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Tengah, hingga Agustus 2015 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yakni sebanyak 629.499 orang atau 47,42 persen dari seluruh jumlah penduduk yang bekerja. Namun angka tersebut menurun dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal ini juga menunjukkan perbaikan kualitas pekerja.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, pekerja lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) berada di peringkat ke dua, sebanyak 237.707 (17,91  persen) dan  Sekolah  Menengah  Pertama  diurutan  ke  tiga,  sebanyak  231.003  orang  (17,40  persen).

Sementara penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 145.567 orang mencakup 29.360 orang (2,21 persen) berpendidikan Diploma dan sebanyak 116.207 orang (8,75 persen) berpendidikan Universitas.

“Perbaikan kualitas penduduk yang bekerja ditunjukkan oleh kecenderungan menurunnya penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah dan diiringi meningkatnya penduduk bekerja berpendidikan Universitas.

Dalam setahun terakhir, penduduk bekerja berpendidikan rendah menurun dari 863.255 orang (66,75 persen) pada Agustus 2014 menjadi 860.502 orang (64,83 persen) pada Agustus 2015. Sementara penduduk bekerja berpendidikan tinggi mengalami peningkatan dari 142.391 (9,94 persen) pada Agustus 2014 menjadi 145.567 (10,97  persen) pada Agustus 2015,” ungkap Kepala BPS Sulteng, Yohanes D Priyono, Kamis (5/11) di kantor BPS.

Sementara itu, jumlah pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 56.817 orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka TPT cenderung meningkat, dimana TPT Agustus 2015 sebesar 4,10 persen naik dari TPT Agustus 2014 sebesar 3,68 persen dan TPT Februari 2015 sebesar 2,99 persen.

TPT tertinggi di Sulawesi Tengah pada kelompok angkatan kerja dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 11,02 persen dengan jumlah penganggur sebanyak 10.363 orang, diikuti SMA Umum sebesar 7,58 persen dengan jumlah penganggur 19.501 orang dan DI/II/III sebesar 7,10  persen dengan jumlah penganggur 2.245 orang.

“Nah, ini yang banyak menganggur justru lulusan SMK yang sebenarnya diharapkan setelah lulus itu bisa langsung bekerja. Nah ini juga bisa dievaluasi kembali, kenapa justru mereka yang lulusan SMK justru sulit bekerja, bisa saja karena peluang bekerja yang sesuai kompetensi mereka yang masih jarang,” ungkap Yohanes.

Sementara TPT terendah terjadi pada kelompok angkatan kerja dengan tingkat pendidikan SD ke bawah dan Universitas  masing-masing sebesar 1,54  persen (9.862 orang) dan 3,29 persen (3.959 orang).

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.