Monday, 21 August, 2017 - 01:17

Pelaku Bom Ikan Merajalela di Tolitoli

Kepala Dinas Hardiyan (kiri) memantau langsung ikan yang diduga ditangkap dengan cara dibom di ruang lab Kantor Diskanlut Tolitoli. (Foto : Metrosulawesi/Arya Saputra)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Pelaku bom ikan nampaknya masih merajalela di perairan laut Dondo, Kabupaten Tolitoli. Berdasarkan informasi dari Dinas Perikanan Dan Kelautan (DISKANLUT) setempat, aksi pengeboman ikan tepatnya di Desa Malomba, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli sudah sering kali terjadi.

Kepala Dinas Hardiyan kepada media ini menuturkan, pihaknya telah menerima informasi tentang adanya aksi pengeboman ikan di Malomba, Selasa pagi (23/2/2016) pukul 07.00 wita, dan langsung bergegas menuju ke tempat kejadian.

“Kami dapat informasinya itu jam tujuh pagi, dan kami langsung bergegas menuju ke tempat kejadian,” tutur Hardiyan di ruang kerjanya, Rabu (24/2/2016).

Namun sangat disayangkan, akibat jarak tempuh yang cukup jauh pihaknya tidak menemukan bukti lengkap terhadap yang diduga pelaku pengeboman ikan.

Meski demikian, pihaknya membawa tiga ekor ikan yang disinyalir hasil dari tangkapan dengan cara dibom ke kantor Diskanlut yang berada di Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, untuk diuji lab.

“Informasi masuk jam tujuh, kami tiba jam 9 pagi jadi kami tidak bisa menemukan bukti cukup untuk menangkap pelaku, hanya beberapa ekor ikan yang kami duga hasil dari menangkap dengan cara dibom,” ujarnya.

Diawal tahun 2016 saja sudah tiga kali terjadi kasus pengeboman ikan Di Malomba. Yang lebih mencengangkan, diduga pelakunya adalah orang yang sama.

Untuk mengantisipasi terjadinya kasus pengeboman ikan di perairan laut Dondo, Dinas Perikanan dan Kelautan setempat telah membentuk Kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas), untuk mengawasi segala aktifitas nelayan yang berada di wilayahnya masing-masing.

Upaya lain berupa penyuluhan intens dilakukan terhadap sejumlah nelayan, baik yang berada di Kecamatan Dondo, Dampal Utara dan Ogodeide.

Ditambah dengan koordinasi antar pihak terkait baik TNI Angkatan Laut. Pihak Kepolisian setempat diharapkan dapat meminimalisir kasus bom ikan yang dapat mengacam biota dan wisata laut di perairan Dondo, yang telah dikenal bersih.

Pihaknya mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Tolitoli, agar lebih cermat dalam membeli ikan yang dijual pasaran, dengan melihat ciri-ciri fisik ikan. Sehingga dapat dibedakan ikan hasil tangkapan dengan cara dibom atau tidak.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.