Saturday, 20 January, 2018 - 03:27

Pelaku Industri Pangan Tak Boleh Abaikan Higienitas

PAWAI EDUKASI - Para peserta pawai edukasi program Germas Sapa BPOM Palu saat uji higienitas di Halaman Kantor BPOM Palu, Minggu, 3 Desember 2017. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Pelaku industri pangan tidak boleh mengabaikan higienitas atau kemanan pangan yang diproduksi. Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu, Safriansyah  mengatakan pertumbuhan industri pangan yang pesat, termasuk industri pangan rumah tangga, dipandang menyisakan beberapa permasalahan. Permasalahan itu didasari oleh motif ekonomi. Saat ini sebagian produsen hanya mengejar keuntungan besar, tetapi mengabaikan aspek keamanan pangan yang diproduksinya.

“Beberapa aspek keamanan pangan yang saat ini masih menjadi masalah klasik adalah pengetahuan dan kesadaran para pelaku usaha utamanya industri pangan rumah tangga, terkait higienitas sanitasi dalam produksinya,” kata Safriansyah pada puncak kegiatan Germas Sapa tingkat Sulteng, di halaman Kantor BPOM Palu, Minggu 3 Desember 2017.

Safriansyah mengatakan ini juga terkait penggunaan bahan tambahan seperti bahan pengawet yang melebihi batas, penyalahgunaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin dan pewarna tekstil pada pangan, serta masalah pencemaran lingkungan termasuk air.

“Atas dasar tersebut, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat pada tanggal 23 November 2017 lalu bersama Menko PMK, telah mencanangkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa), yang bertujuan mewujudkan budaya keamanan pangan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan yang aman,” jelasnya.

“Germas Sapa ini kita ingin melibatkan peran masyarakat sebesar-besarnya sampai ke tingkat individu, untuk bisa mengelola pangan dengan baik dan aman,” tambah Safriansyah.

Safriansyah mengungkapkan, keamanan pangan yang dimaksudkan pada program ini, adalah pencegahan terhadap kemungkinan cemaran kimia, biologis dan benda lainnya pada pangan yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

“Untuk hal ini BPOM tidak dapat bekerja sendirian, sehngga menginisiasi pengawasan di pusat dan daerah, serta pengawasan berbasis komunitas melalui Germas Sapa, yakni gerakan gerakan bersama semua potensi masyarakat dan jejaring keamanan pangan nasional dan daerah, melalui strategi intervensi baik sisi supplay maupun demand,” jelas Safriansyah.

Pada puncak kegiatan Germas Sapa di BPOM Palu, turut dilaksanakan penandatanganan MoU antara Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulteng dengan BPOM Palu, terkait program “Pramuka Sapa”, yang bertujuan untuk memberdayakan potensi gerakan Pramuka, dalam mengawal keamanan pangan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Selain itu, turut digelar pawai edukasi di area car free day Anjungan Pantai Teluk Palu yang diikuti ratusan peserta, serta Talk Show Germas Sapa bersama para pemangku kepentingan di bidang keamanan pangan.

Ditempat yang sama, Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulteng Bunga Elim Somba mengatakan upaya mendorong tersedianya bahan pangan yang aman dan berkualitas untuk dikonsumsi harus dilakukan semua pihak.

“Olehnya gerakan preventif harus digunakan mendorong masyarakat untuk memproduksi, menyediakan dan mengkomsumsi pangan yang aman, murah dan bermutu. Saya sangat mengapresiasi langkah Balai POM Palu yang sangat cepat dan responsif dalam memberantas peredaran obat-obatan berbahaya dan makanan kadaluwarsa di daerah kita,” tandas Elim. (del/mic)


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.