Wednesday, 23 August, 2017 - 08:27

Peluncuran Silakon, Proses Administrasi Lakalantas Jadi Mudah

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudi Sufahriadi didampingi Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional X dr Gery Adi Kusumo saat menandatangi perjanjian kerjasama aplikasi online jaminan kesehatan nasional di audiotorium Kantor Wali Kota Palu, Jumat, 16 Desember 2016. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Polda Sulteng bersama Kepala BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja dan Taspen menggelar penandatanganan kerjasama bidang informasi teknologi (IT) di audiotorium Kantor Wali Kota Palu, Jumat, 16 Desember 2016. Kerjasama ini terkait  pelayanan sistem online skala nasional yang juga diluncurkan di hari yang sama yang disiarkan langsung melalui video confrence antara Kapolri dan BUMN pelaksana sistem jaminan sosial nasional (SJSN).

Salah satu bentuk kerjasama tersebut yakni peluncuran  aplikasi lakalantas online (Silakon). Aplikasi ini terkait penanganan dan pendataan korban kecelakaan lalulintas (lakalantas) dan angkutan jalan oleh institusi kepolisian. Hal ini akan bersinergi dengan pelayanan program jaminan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara terpadu.

Direktur Direktorat Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulteng Kombespol Heri Armanto mengatakan Silakon merupakan sistem pendataan online terhadap korban lakalantas untuk kepentingan klaim asuransi pada seluruh penyelenggara jaminan sosial. Menurutnya, lambatnya administrasi laporan kepolisian kerap menjadi kendala bagi korban lakalantas untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit. 

“Misalnya, saat ada kasus lakalantas, rumah sakit langsung lapor ke polisi. Polisi menindaklanjutinya dengan mendatangi langsung TKP. Hasilnya akan di input melalui aplikasi laporan kepolisian online itu.  Jadi bagi peserta JKN, pihak rumah sakit tidak perlu lagi ke Polres untuk mendapatkan laporan kepolisian itu,” jelas Heri.

Heri mengungkapkan Aplikasi Silakon telah terbentuk di seluruh rumah sakit.

“Silakon mengintegrasikan data kepesertaan dari seluruh pelaksanan SJSN. Mulai dari BPJS kesehatan, ketenagakerjaan, jasa raharja termasuk Taspen,” katanya.

“Singkatnya, Silakon akan memudahkan proses administrasi laporan kepolisian korban lakalantas. Sebab klaim jaminan asuransi terhadap korban baru bisa dilakukan setelah ada laporan kepolisian,” jelas Heri.

Sementara itu, Kepala PBJS Kesehatan Divisi Regional X dr Gery Adi Kusumomengatakan klaim asuransi lakalantas tunggal akan menjadi tanggungan pihaknya dan BPJS tenaga kerja. Sedangkan klaim lakalantas non tunggal akan menjadi tanggungan Jasa Raharja.

“Intinya kalau korban itu belum dijamin oleh BPJS tenaga kerja dan Jasa Raharja, maka klaimnya dibayarakan oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Kata dia, Silakon telah tersedia di setiap rumah sakit. Aplikasi Silakon itu akan terhubung pada seluruh sistem penyelenggara jaminan. Sistem tersebut memudahkan pihak rumah sakit mengidentifikasi klaim asuransi setiap korban kecelakaan kerja.

“Ya, kalau ada korban kecelakaan kerja yang masuk, pihak rumah sakit tidak perlu lagi repot berpikir pihak anak yang mana mengklaim biaya korban bersangkutan. Jadi tinggal menunggu laporan pada sistem silakon tadi,” urainya.

Acara ini dihadiri Kapolda Sulteng Brigejpol Rudi Sufahriadi beserta jajaran serta seluruh kepala cabang BUMN penyelenggaran jaminan sosial. Peluncuran kerjasama online ini dilakukan bersamaan launching e-Samsat, e-tilang dan sim online oleh Polri melalui video confrence.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.