Tuesday, 26 September, 2017 - 13:47

Pembunuh di Jalan Touwa Divonis 10 Tahun Penjara

ILUSTRASI - Penjara. (Foto : Google image)

Palu, Metrosulawesi.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan putusan terhadap pelaku pembunuhan di Jalan Towua dengan pidana penjara selama 10 tahun. Adalah terdakwa Aldi Anjani (19) warga Palu Selatan, Kota Palu.

Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Palu, Selasa, 10 Januari 2017.

Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada dalam putusannya menyebutkan, bahwa terdakwa Aldi Anjani tebukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan subsidiaritas alternatif pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sehingga, terdakwa Aldi Anjani divonis dengan pidana penjara selama 10 tahun.

Dalam putusan, Majelis mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa merugikan orang lain yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kemudian, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan terdakwa sudah pernah dipidana.

Sedangkan hal-hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan terdakwa menyesali perbuatannya.

Putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Bahwasanya, JPU menuntut terdakwa Aldi Anjani dengan pidana penjara selama 13 tahun.

Diketahui bahwa peristiwa naas itu terjadi pada Selasa 9 Agustus 2016 di Jalan Towua, Palu Selatan. Saat itu Didit (korban) dan kawan-kawannya duduk di decker Jalan Towua.

Tiba-tiba terdakwa langsung mengeluarkan senjata tajam (sajam) berupa badik lalu menikam korban di bagian belakang.

Korban pun dibawa ke rumah sakit, namun korban tidak tertolong dan meninggal dunia. Usai melakukan penikaman, terdakwa langsung kabur dengan membawa lari sepeda motor korban.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim memerintahkan agar sepeda motor Mio dan sepeda motor Beat dikembalikan kepada pemiliknya. Sedangkan barang bukti lainnya dirampas dan dimusnahkan.

Seusai membacakan putusan itu, Majelis Hakim menanyakan kepada terdakwa, apakah menerima atau pikir-pikir terhadap putusan ini? Terdakwa langsung menyatakan menerima. Hal yang sama juga diungkapkan oleh JPU.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.